- Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat skor Indonesia terendah (59,5) akibat tingginya risiko kerja jurnalis.
- Sebanyak 94% jurnalis merasa pekerjaannya berisiko tinggi, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan pelarangan liputan meluas.
- Praktik swasensor mencapai 80%, paling banyak terjadi saat meliput program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
Hambatan utama kerja jurnalistik saat ini adalah akses narasumber di pemerintahan yang sangat terbatas. Jurnalis kerap dipersulit secara administratif atau mengalami intimidasi halus saat mencoba mengonfirmasi kebijakan publik.
Dalam penutup paparannya, Nazmi menekankan pentingnya membangun ekosistem jurnalistik yang transparan guna menghapus praktik swasensor di kalangan jurnalis. Berdasarkan hasil indeks, jurnalisme di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait akses informasi, intimidasi dalam peliputan, serta minimnya transparansi dari pemerintah.
“Lalu efek lebih jauhnya bagaimana bisa menciptakan iklim jurnalistik yang lebih transparan dan tidak ada tekanan untuk nantinya tidak terjadi lagi sensor dan swasensor di individu jurnalis,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K