Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: Swasensor dan Narasumber yang Diam Jadi Tantangan Baru

Vania Rossa

Selasa, 10 Februari 2026 | 12:07 WIB
Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: Swasensor dan Narasumber yang Diam Jadi Tantangan Baru
Acara Diseminasi Indeks Keselamatan Jurnalis 2025, Erasmus Huis Library, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti)
baca 10 detik
  • Peluncuran Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 di Jakarta Senin (9/2/2026) menunjukkan penurunan tipis keselamatan jurnalis Indonesia.
  • Fluktuasi indeks tiga tahun terakhir mengindikasikan upaya perlindungan belum menghasilkan perubahan mendasar dan berkelanjutan.
  • Ancaman kini meliputi kekerasan fisik, swasensor, pembatasan akses, serta kesulitan memperoleh narasumber yang terbuka.

Suara.com - Peluncuran Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 di Erasmus Huis Library, Jakarta, Senin (9/2/2026) menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Tingkat keselamatan jurnalis di Indonesia kembali mengalami penurunan tipis, menandakan ancaman terhadap kerja jurnalistik semakin kompleks dan sulit dikenali.

Penurunan ini tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik, tetapi juga tekanan struktural berupa swasensor, pembatasan akses informasi, hingga tekanan terhadap narasumber.

Fluktuasi Indeks dan Perlindungan yang Belum Memadai

Project Officer Jurnalisme Aman, Yayasan Tifa, Arie Mega, menilai fluktuasi indeks selama tiga tahun terakhir menunjukkan belum adanya perubahan mendasar dalam sistem perlindungan jurnalis. Skor indeks bergerak dari 59,8 pada 2023, naik menjadi 60,5 pada 2024, lalu turun kembali menjadi 59,5 pada 2025.

“Ini buat saya tidak sekadar fluktuasi statistik saja tapi ini adalah tanda bahwa upaya perlindungan yang kita lakukan bersama ini belum menghasilkan perubahan yang benar-benar mendasar dan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip Selasa (10/2/2026).

Data riset menunjukkan sekitar 67 persen jurnalis pernah mengalami kekerasan, sementara pilar individu menjadi titik kerentanan terbesar dibandingkan pilar negara maupun stakeholder media. Situasi ini mendorong meningkatnya praktik swasensor di ruang redaksi.

“Banyak jurnalis akhirnya menyensor diri sendiri bukan karena mereka tidak tahu mana yang penting, tapi karena mereka sedang berusaha bertahan hidup di dalam sistem yang menekan mereka,” kata Arie Mega.

Liputan Berisiko Tinggi dan “Tabu Baru”

Anggota dan Ketua Komisi Hukum & Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan, menambahkan, sejumlah isu tertentu seperti program prioritas pemerintah dan Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai dipersepsikan sebagai liputan berisiko tinggi. Kondisi ini berpotensi menciptakan “tabu baru” dalam pemberitaan jika tidak direspons secara serius oleh ekosistem pers.

baca juga

“Kalau wartawan, editor, dan media membiarkan praktik ini, swasensor itu diterima dan represi itu tidak dipersoalkan, ini kan nanti akan menjadi normal,” ujarnya.

Kesulitan Mendapatkan Narasumber

Perubahan pola ancaman juga dirasakan langsung oleh jurnalis di lapangan. Jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), menyebut tantangan terbesar saat ini justru semakin sulitnya memperoleh narasumber yang bersedia berbicara terbuka. Banyak pejabat memilih memberikan informasi secara off the record karena khawatir tekanan internal.

“Kami mau memberikan data, kami mau memberikan informasi, wawancara, tapi kami tidak mau dikutip secara on the record,” kata Cica menirukan pernyataan sejumlah narasumber yang ditemuinya.

Fenomena ini berbahaya bagi kualitas demokrasi karena kebebasan pers tidak hanya bergantung pada jurnalis, tetapi juga pada keberanian narasumber untuk menyampaikan informasi secara terbuka.

Indikator Kemunduran Demokrasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Green Media Network Dideklarasikan, Pers Bersatu untuk Isu Lingkungan

Green Media Network Dideklarasikan, Pers Bersatu untuk Isu Lingkungan

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 08:04 WIB

HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos

HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00 WIB

Kebebasan Pers Memburuk, Skor IKJ 2025 Terendah Sepanjang Sejarah

Kebebasan Pers Memburuk, Skor IKJ 2025 Terendah Sepanjang Sejarah

News | Senin, 09 Februari 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Sunscreen Spray Wardah untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan Review Pembeli

Sunscreen Spray Wardah untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:26 WIB

Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:25 WIB

Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK

Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:24 WIB

Rupiah Melemah Mendekati Rp18.000, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa

Rupiah Melemah Mendekati Rp18.000, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:22 WIB

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:20 WIB

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 13:18 WIB

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:13 WIB

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:11 WIB

×