Kebebasan Pers Memburuk, Skor IKJ 2025 Terendah Sepanjang Sejarah

Vania Rossa

Senin, 09 Februari 2026 | 19:47 WIB
Kebebasan Pers Memburuk, Skor IKJ 2025 Terendah Sepanjang Sejarah
Pemaparan dari Nazmi Haddyat Tamara - Social Research Manager Populix. (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat skor Indonesia terendah (59,5) akibat tingginya risiko kerja jurnalis.
  • Sebanyak 94% jurnalis merasa pekerjaannya berisiko tinggi, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan pelarangan liputan meluas.
  • Praktik swasensor mencapai 80%, paling banyak terjadi saat meliput program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

Suara.com - Kondisi kebebasan pers di Indonesia memasuki fase yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat penurunan skor menjadi 59,5 dari 100, angka terendah sejak indeks ini diluncurkan.

Laporan tahunan tersebut dirilis oleh Populix bersama Yayasan Tifa dan konsorsium Jurnalisme Aman. Studi ini memotret kondisi kebebasan pers dan keselamatan jurnalis sepanjang satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

Salah satu temuan paling mencolok adalah tingginya praktik swasensor di kalangan jurnalis, terutama saat meliput program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Policy and Society Research Manager Populix, Nazmi Haddyat Tamara, menyebut profesi jurnalis kini berada di titik nadir keamanan. Sebanyak 94 persen jurnalis mengakui pekerjaan mereka saat ini berisiko.

“Jadi 94% jurnalis mengungkapkan bahwa pekerjaannya berisiko. Angka ini naik cukup tinggi dibandingkan 2024 dan 2023,” ujar Nazmi dalam acara Diseminasi IKJ 2025 di Erasmus Huis, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Sepanjang 2025, sebanyak 67 persen responden jurnalis mengaku pernah mengalami kekerasan. Meski kekerasan fisik cenderung menurun, bentuk kekerasan lain justru meningkat, seperti pelarangan pemberitaan (96%) dan pelarangan liputan (82%).

Apa Itu Swasensor dan Mengapa Jurnalis Ketakutan?

Laporan tersebut mencatat 72 persen responden mengaku pernah mengalami penyensoran. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 2024 dan bahkan lebih tinggi daripada 2023.

Lebih jauh, 80 persen jurnalis mengaku melakukan swasensor, yakni praktik menyensor diri sendiri sebelum berita dipublikasikan. Swasensor dilakukan untuk menghindari konflik, melindungi sumber, atau menjaga keselamatan pribadi.

baca juga

“Jadi tidak hanya mendapatkan sensor setelah produknya jadi, tapi juga melakukan swasensor pada saat melakukan pekerjaan jurnalistik,” jelas Nazmi.

Isu Makan Bergizi Gratis Paling Banyak Diswasensor

Yang mengejutkan, isu yang paling banyak diswasensor oleh jurnalis adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan persentase 58 persen. Di posisi berikutnya terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) sebesar 52 persen.

Banyak jurnalis mengaku tidak dapat mendalami isu MBG lebih jauh karena tekanan serta keterbatasan akses informasi. Nazmi mengungkapkan adanya tekanan tidak tertulis agar pemberitaan lebih menonjolkan sisi positif program tersebut.

“Dilihat beberapa pengakuan dari jurnalis menganggap bahwa mereka tidak boleh untuk memberitakan yang dalam tanda kutip negative vibes gitu. Jadi kalaupun ada berita buruk hanya sekali menceritakan peristiwa tanpa ada pendalaman lebih lanjut,” paparnya.

Akses Informasi Jadi Hambatan Utama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Jurnalis Korban Pembunuhan Ngadu ke DPR, Soroti Ketimpangan Perlakuan Hukum Sipil dan Militer

Anak Jurnalis Korban Pembunuhan Ngadu ke DPR, Soroti Ketimpangan Perlakuan Hukum Sipil dan Militer

News | Senin, 09 Februari 2026 | 19:02 WIB

Dunia Dalam Berita

Dunia Dalam Berita

Your Say | Senin, 09 Februari 2026 | 15:55 WIB

Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang

Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 23:50 WIB

Terkini

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 18:55 WIB

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:52 WIB

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:50 WIB

Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam

Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 18:48 WIB

Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal

Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 18:40 WIB

Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI

Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:39 WIB

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:37 WIB

Jembatan Bambu Dibongkar, Warga Tegal Alur Keluhkan Akses ke Pasar dan Sekolah

Jembatan Bambu Dibongkar, Warga Tegal Alur Keluhkan Akses ke Pasar dan Sekolah

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:37 WIB

Api TPA Galuga Berhasil Dikendalikan Setelah 17 Jam Membara

Api TPA Galuga Berhasil Dikendalikan Setelah 17 Jam Membara

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 18:35 WIB

Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 18:35 WIB

×