Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT

Vania Rossa | Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:22 WIB
Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT
Bonatua Silalahi periksa salinan ijazah Jokowi sebagai ahli. (Suara.com/Muhammad Yasir)
  • Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi diperiksa sebagai ahli meringankan tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi di Polda Metro Jaya, Rabu (11/2/2026).
  • Bonatua, yang menggugat dokumen ijazah Jokowi ke KIP DKI Jakarta, fokus pada praktik keterbukaan informasi publik berbasis empiris.
  • Ia menunjukkan salinan ijazah Jokowi dari KPU untuk Pilpres 2014 dan 2019 yang ia yakini identik dengan sampel penelitian Trio RRT.

Suara.com - Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai ahli meringankan bagi tersangka Roy Suryo Cs dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Pantauan Suara.com, Bonatua diperiksa bersama Leony Lidya, ahli kebijakan publik yang juga memiliki keahlian di bidang software engineering dan information system. Keduanya tercatat sebagai penggugat dokumen ijazah Jokowi ke Komisi Informasi Provinsi (KIP) DKI Jakarta.

Dalam keterangannya, Bonatua menegaskan kehadirannya di Polda Metro Jaya bukan sebagai saksi fakta, melainkan ahli yang bekerja berbasis pengalaman empiris dalam praktik keterbukaan informasi publik.

"Saya sebagai ahli ya, ahli yang berempiris karena saya melakukan kerja-kerja praktik, mempraktikkan keterbukaan informasi publik, saya meneliti dan saya harus pelajari dulu penelitian sebelumnya," ungkap Bonatua.

Bonatua menyebut, penelitian yang dilakukan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifauzia Tyassuma atau Trio RRT menjadi pijakan awal atau titik nol dalam riset lanjutan yang ia lakukan. Hasil penelitian tersebut bahkan telah dituangkan dalam buku berjudul Jokowi's White Paper.

Namun, Bonatua menyoroti perbedaan mendasar antara riset yang ia lakukan dengan penelitian RRT.

"Satu yang saya lihat dari teman-teman RRT, bahwa mereka meneliti informasi dalam ijazah itu, bukan meneliti dokumen ijazah yang dimiliki Pak Jokowi," katanya.

Jelang pemeriksaan tersebut, Bonatua juga menunjukkan dua lembar salinan ijazah Jokowi yang ia peroleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Kedua salinan itu digunakan sebagai persyaratan pencalonan dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Salinan ijazah untuk Pilpres 2014 terlihat dilegalisir dengan cap berwarna merah, sementara pada Pilpres 2019 dilegalisir dengan cap berwarna biru. Dokumen tersebut sebelumnya telah diserahkan KPU, namun sembilan item informasi sempat ditutup.

Bonatua menegaskan, salinan ijazah yang ia peroleh identik dengan sampling ijazah yang pernah diunggah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, melalui akun media sosialnya yang menjadi sampel penelitian RRT.

"Pada saat saya mendapat salinan, yang tersembunyi 9 item dari KPU, bulan September lalu, tahun lalu, saya sudah menyatakan di media bahwa, ini sudah identik dengan sampling yang diuji oleh RRT," ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun yang juga hadir mendampingi Bonatua mengatakan pihaknya mengajukan dua doktor untuk diperiksa sebagai ahli, yakni Bonatua Silalahi dan Leony Lidya.

Menurut Refly, Bonatua merupakan pihak yang menggugat keterbukaan dokumen ijazah Jokowi hingga ke Komisi Informasi Pusat (KIP) dan memenangkan perkara tersebut.

"Beliau sudah mendapatkan salinan 2014 dan 2019, maka mirroring harusnya dengan dokumen aslinya karena tidak boleh yang diserahkan ke KPU itu dokumen lain. Dokumen itulah yang kurang lebih diteliti RRT, jadi confirm sesungguhnya, RRT meneliti dokumen yang sama dengan yang diserahkan ke KPU," jelasnya.

Refly menambahkan, Bonatua akan menjelaskan kepada penyidik bahwa salinan ijazah Jokowi yang diperolehnya merupakan bagian dari hak publik atas informasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs

Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 12:38 WIB

Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU

Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:14 WIB

Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Bonatua Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs Hari Ini

Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Bonatua Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs Hari Ini

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:02 WIB

Terkini

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB