- Menteri Agama berkunjung ke Menara PNM pada Kamis (12/2/2026) menyampaikan pesan Ramadan untuk perbaikan diri dan etos kerja.
- Menag menekankan nilai spiritual Ramadan harus tercermin dalam pelayanan, integritas, dan peran aktif nyata di masyarakat.
- PNM mengapresiasi dukungan tersebut sekaligus menyoroti 73 persen pembiayaan telah berbasis syariah kepada nasabah prasejahtera.
Suara.com - Menteri Agama Republik Indonesia KH. Nasaruddin Umar, menitipkan pesan penuh harapan kepada Keluarga Besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam kunjungannya ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026), Menag mengajak seluruh insan PNM menjadikan bulan suci sebagai momentum perbaikan diri dan penguatan ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik.
Di hadapan jajaran manajemen dan karyawan PNM, Nasaruddin Umar menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan titik tolak peningkatan kualitas pribadi.
Nilai-nilai spiritual tersebut, kata dia, harus tercermin dalam etos kerja, pelayanan, serta peran aktif di tengah masyarakat.
“Semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan yang lebih baik, termasuk dalam mendapatkan pertaubatan yang juga lebih baik, sehingga masa depan dunia dan akhirat pun menjadi lebih baik,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag juga mengajak Keluarga Besar PNM untuk meneladani perjalanan Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas kehidupan, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab profesional.
Spiritualitas, menurutnya, harus sejalan dengan integritas dan kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Pesan tersebut diwujudkan melalui aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada anak-anak nasabah PNM Mekaar yang telah menjadi yatim.
Santunan tersebut disertai doa agar mereka senantiasa diberi kekuatan, perlindungan, serta harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Momen ini menjadi pengingat bahwa nilai agama tidak berhenti pada ritual, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian dan keberpihakan kepada kaum rentan.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Menteri Agama.
Ia berharap sinergi antara PNM dan Kementerian Agama dapat terus diperkuat, khususnya dalam optimalisasi penyaluran dana sosial bagi nasabah PNM Mekaar yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera.
Arief menegaskan, komitmen PNM dalam membangun ekosistem bisnis berbasis syariah terus diperkuat.
Saat ini, sekitar 73 persen penyaluran pembiayaan PNM telah berbasis syariah.
Sementara lebih dari 80 persen sumber pendanaan berasal dari sukuk dan obligasi yang didukung oleh 46 bank di Indonesia.