DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:07 WIB
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
Ilustrasi teror. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Hilman Mufidi kecam teror terhadap Ketua BEM UGM terkait kritik kasus NTT.
  • Legislator PKB desak polisi usut tuntas ancaman penculikan Ketua BEM UGM.
  • DPR nilai intimidasi terhadap mahasiswa UGM sebagai bentuk pembungkaman suara kritis.

Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, mengecam keras tindakan teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Aksi intimidasi tersebut muncul setelah Tiyo menyuarakan kritik tajam terkait kasus tragis bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Hilman menilai bahwa intimidasi terhadap aktivis mahasiswa merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan upaya nyata untuk membungkam suara kritis.

"Tindakan teror kepada Saudara Tiyo selaku Ketua BEM UGM sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi tersebut karena merupakan bentuk praktik pembungkaman," ujar Hilman kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak pihak kepolisian untuk segera bergerak cepat mengusut tuntas dalang di balik aksi teror tersebut. Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh undang-undang.

"Saya meminta aparat mengusut tuntas siapa aktor di balik teror terhadap Tiyo. Bagaimanapun, aspirasi tersebut adalah wujud kebebasan berpendapat yang harus dihormati," tegasnya.

Hilman juga mengajak semua pihak untuk bersikap bijak dalam menghadapi dinamika sosial dan kritik publik, terutama menyangkut tragedi kemanusiaan di NTT yang menjadi pemicu kritik BEM UGM.

"Semua pasti berduka. Saya sangat prihatin atas apa yang dialami anak kita di NTT. Namun, menyikapi hal itu perlu keterbukaan hati dan pikiran. Setiap kritik terhadap penanganan kasus harus disikapi secara bijak, bukan dengan teror," tutur Hilman.

Sebagai informasi, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dilaporkan mendapat ancaman serius melalui pesan WhatsApp dari nomor berkode negara Inggris (+44). Ancaman tersebut diterima empat hari setelah Tiyo melayangkan protes kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjamin hak dasar anak menyusul tragedi di NTT.

Selain ancaman penculikan, pesan tersebut berisi tuduhan personal yang menyerang integritas Tiyo.

baca juga

“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan ancaman tersebut.

Hingga saat ini, kasus teror ini menjadi sorotan luas dan memicu gelombang solidaritas publik yang menuntut jaminan keamanan bagi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Telanjangi 22 Siswa SD di Jember, Komisi X DPR: Harus Ada Efek Jera, Bila Perlu Diberhentikan

Guru Telanjangi 22 Siswa SD di Jember, Komisi X DPR: Harus Ada Efek Jera, Bila Perlu Diberhentikan

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:19 WIB

Bisikan di Balik Pusara

Bisikan di Balik Pusara

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 17:55 WIB

Eko Patrio dan Keluarga 'Siap' Kembali ke Rumah, Pasca Penjarahan 6 Bulan Lalu

Eko Patrio dan Keluarga 'Siap' Kembali ke Rumah, Pasca Penjarahan 6 Bulan Lalu

Video | Senin, 09 Februari 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:19 WIB

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:16 WIB

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 09:11 WIB

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:10 WIB

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

×