- Gubernur dan Wagub DKI mengakui tiga masalah krusial: macet, banjir, dan kemiskinan masih belum tertangani optimal.
- Penanganan banjir meliputi normalisasi sungai dan pembebasan lahan Ciliwung, sementara kemacetan diatasi penambahan armada transportasi.
- Pemerintah daerah juga memberikan subsidi besar sebagai bentuk pengentasan kemiskinan dan berjanji perbaikan akan optimal tahun kedua.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno secara terbuka mengakui bahwa tiga masalah krusial di ibu kota masih belum tertangani sepenuhnya pada tahun pertama kepemimpinan mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh keduanya saat menghadiri kegiatan di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2/2026).
Pramono Anung mengungkapkan bahwa persoalan dasar yang selama ini menghantui warga Jakarta memang masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pemerintah daerah.
"Kemacetan masih ada, banjir masih ada, dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini," ujarnya kepada awak media.
Politisi senior itu menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan langkah-langkah konkret untuk meminimalisasi dampak dari ketiga permasalahan pelik tersebut.
Sejalan dengan Gubernur, Wakil Gubernur Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel merinci upaya penanganan banjir yang kini sedang memasuki tahap krusial melalui normalisasi sungai.
"Untuk banjir, kami baru saja melakukan, mengawali normalisasi. Kami lakukan pembebasan lahan di beberapa titik di daerah Sungai Ciliwung. Nah, untuk itu saya berharap masyarakat Ciliwung yang terkena, kita bisa bekerja sama. Artinya, kalau kita enggak bisa kerja sama, sulit bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta," kata Rano Karno.
Selain persoalan air, Bang Doel juga menyoroti titik-titik kepadatan kendaraan yang kerap membuat mobilitas warga Jakarta terhambat setiap harinya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah merumuskan strategi penambahan infrastruktur dan armada transportasi publik demi mengurai benang kusut kemacetan.
Baca Juga: Jakarta Masih Siaga Banjir, Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca Jika Hujan Tembus 200mm
"Yang kedua, masalah kemacetan. Kami sadar, di Jakarta ini macet hanya pada sesi pagi dan sesi sore saja. Itulah makanya kenapa Pak Gub menyarankan akan mungkin menambah jalur. Yang kami tambah adalah armada dan jalur, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah sekitar," ungkapnya.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Rano Karno turut menyinggung upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberian subsidi bagi sejumlah golongan masyarakat.
"Yang ketiga tentang kemiskinan. Tadi dikatakan, 15 golongan gratis. Memang gratis bagi masyarakat. Namun sesungguhnya, Pemerintah Jakarta mengeluarkan subsidi cukup besar. Itu adalah kecintaan Jakarta kepada warganya," tutur Rano.
Mantan pemeran Si Doel ini optimistis bahwa rencana pembangunan yang telah disusun akan berjalan lebih optimal saat memasuki masa bakti tahun kedua.
"Saya sangat yakin, di tahun kedua ini, kami sudah mempunyai program apa yang akan kami lakukan. Tentu program itu harus kami lakukan tahun per tahun, walaupun periode kami lima tahun. Nah, kemudian baru kami bisa evaluasi setelah saat kami selesai. Apakah selesai di periode-periode yang kami lalui," jelasnya.
Pada akhir keterangannya, Rano Karno menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga karena perubahan nirmala di Jakarta tidak bisa terjadi secara instan.
"Jadi, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf juga kepada warga Jakarta, karena kami tidak bisa cepat seperti membalikkan telapak tangan untuk memperbaiki Jakarta yang begini luas," tutupnya.