Surya Paloh: Koalisi Permanen Bagus Dipertimbangkan, Tapi Jangan Ada Pengkotakan

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:29 WIB
Surya Paloh: Koalisi Permanen Bagus Dipertimbangkan, Tapi Jangan Ada Pengkotakan
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. (Suara.com/Bagaskara)
  • Surya Paloh, Ketua Umum NasDem, menyatakan usulan koalisi permanen Golkar layak dikaji namun belum diputuskan resmi.
  • Tujuan politik utama, menurut Paloh, adalah kemajuan bangsa dan negara, mengutamakan kepentingan seluruh elemen masyarakat.
  • Paloh menekankan politik harus hindari pengkotakan berbasis SARA dan fokus pada persatuan daripada saling menjatuhkan.

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan respons terkait usulan pembentukan koalisi permanen yang tengah didorong oleh Partai Golkar.

Paloh menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap gagasan tersebut, meski hingga kekinian belum ada keputusan resmi dari Partai NasDem.

Menurutnya, wacana koalisi permanen adalah hal yang layak untuk dikaji lebih mendalam. Namun, ia menekankan bahwa tujuan besar dari setiap langkah politik haruslah berorientasi pada kepentingan nasional.

"Koalisi permanen boleh aja dipertimbangkan. Enggak ada masalah, tetapi belum kita putuskan kan. Dipertimbangkan bagus. Sekali lagi, esensi yang paling utama goal besar kita apa? Jawabannya sederhana, kemajuan kita dalam berbangsa dan bernegara. Siapa saja? Semua kita," ujar Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Lebih lanjut, Paloh mengingatkan agar dinamika politik tidak terjebak dalam pengkotakan masyarakat berdasarkan suku, agama, maupun status sosial.

Ia berharap narasi politik ke depan lebih mengedepankan persatuan daripada saling menjatuhkan antarpihak.

"Ketika kita bicara semua kita, maka pengkotakan yang terjadi karena baik itu perbedaan suku, agama, ya, latar belakang status sosial dan sebagainya, itu harusnya kita nomor duakan," tegasnya.

"Kalau kita tidak bisa hilangkan sama sekali. Yang paling ideal itu jangan lagi berpikir ke arah sana. Nah nalar berpikir seperti ini. Bukan hanya sekedar kita menghujat kanan, menghujat kiri, menyatakan kita yang paling hebat, orang lain paling jelek. Nah itu tandanya bukan kita maju, kita mundur ke belakang jauh," katanya menambahkan.

Ia juga menyinggung amanat para pendiri bangsa yang mengharapkan generasi penerus dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Paloh merasa prihatin jika energi bangsa habis hanya untuk pertikaian internal.

"Ya para pendiri bangsa ini, para senior-senior tokoh bangsa ini semua akan bersedih hati. Mereka kecewa. Karena kita sebagai generasi yang telah berikutnya dari tahapan-tahapan yang mereka laluin, bukan semakin hebat itu artinya," kata dia.

"Mereka tentu para senior kita menginginkan kita ini lebih hebat. Sama dengan kita juga mengharapkan anak cucu kita lebih hebat dari kita. Nah inilah semestinya menjadi concern kita bersama. Bangsa ini butuh sentuhan itu. Kita terlalu banyak membuang energi yang percuma karena menyalahkan satu sama lain," lanjutnya.

Lebih lanjut, Paloh mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri dan berhenti mencari kesalahan pihak lain.

"Nah ini saatnya di bulan suci Ramadan ini ada evaluasi, ada introspeksi diri. Tidak mudah untuk judgment kesalahan orang lain, tapi medit sekali untuk menyalahkan diri kita sendiri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden PKS: Nggak Bisa Elite Koalisi Permanen Sendiri, Harus Sama Rakyat

Presiden PKS: Nggak Bisa Elite Koalisi Permanen Sendiri, Harus Sama Rakyat

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 20:38 WIB

Dari JK hingga Anies Baswedan Hadir Bukber di NasDem, Surya Paloh Singgung Pertahankan Silaturahmi

Dari JK hingga Anies Baswedan Hadir Bukber di NasDem, Surya Paloh Singgung Pertahankan Silaturahmi

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 20:23 WIB

Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem

Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 19:52 WIB

Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat

Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 16:44 WIB

Terkini

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB

Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil

Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB