Presiden PKS: Nggak Bisa Elite Koalisi Permanen Sendiri, Harus Sama Rakyat

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:38 WIB
Presiden PKS: Nggak Bisa Elite Koalisi Permanen Sendiri, Harus Sama Rakyat
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyatakan koalisi permanen berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, bukan elite.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Almuzzammil saat menanggapi wacana koalisi permanen di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
  • Koalisi permanen wajib menyatukan kehendak rakyat dengan keinginan para elite demi tujuan berbangsa.

Suara.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menilai koalisi permanen adalah koalisi yang mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan para elite.

Hal itu disampaikan Almuzzammil saat menanggapi wacana pembentukan koalisi permanen oleh partai politik.

"Saya kira koalisi permanen itu permanennya adalah kepentingan bangsa dan negara. Itu yang permanen. Nggak bisa permanen diperkecil menjadi kepentingan elite, itu tidak boleh," kata Almuzzammil usai buka puasa bersama di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).

Almuzzammil menegaskan kembali bahwa makna koalisi permanen adalah koalisi dalam kerangka membangun bangsa dan negara demi kepentingan terbaik bagi rakyat.

"Iya, saya kira saya garis bawahi, koalisi permanen kita atas nama elite harus bersatu dengan atas nama rakyat. Di situ. Nggak bisa elite koalisi sendiri, rakyat koalisi sendiri, ini nggak," kata Almuzzammil.

"Saya kira apa yang terjadi di Nepal itu seperti itu. Sekarang rakyat sudah sangat pandai, sangat kritis. Nepal bisa seperti itu, Bulgaria bisa seperti itu ya, kita juga mengalami di Agustus kemarin," sambungnya.

Menurut Almuzzammil, koalisi permanen harus mampu mempertemukan kehendak rakyat dengan keinginan elite.

"Itu bersatu. Itulah yang ada di tujuan berbangsa-bernegara kita di Konstitusi. Saya kira itu titik tolaknya," kata Almuzzammil.

Baca Juga: Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI