Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:49 WIB
Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak
Momen saat kunjungan rutin orangtua siswa ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Pelataran Sekolah Rakyat menjadi saksi ketika tatapan mata orangtua dan anak saling bertemu. Perbincangan ringan ditemani bekal makanan mengurai rindu yang terpendam dari orangtua kepada anak.

Momen tadi tergambar saat kunjungan rutin orangtua siswa ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Kunjungan sebulan sekali ini menjadi ruang bagi orangtua atau wali untuk melihat perkembangan anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat.

Pengalaman itulah yang dirasakan pasangan Srikatun Suroso (53) dan istrinya, Gustaria (46), warga Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Sejak pagi, keduanya datang menjenguk putri mereka, Kinanti (13), siswa kelas 1 SRMP 2 Kota Medan.

“Perkembangannya banyak, kalau enggak ada SR (Sekolah Rakyat) ini kan, enggak bisa sekolah anak kami,” ujar Suroso dengan suara bergetar.

Kekhawatiran atas kondisi sang putri berkurang karena ia melihat langsung sistem asrama di Sekolah Rakyat sudah berjalan dengan baik. “Di sini termasuk bagus. Dari makanannya, dari kesehatannya, semua dipantau sama wali asrama,” imbuh Suroso.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Kinanti tumbuh di lingkungan dengan keterbatasan ekonomi keluarga. Kini, Kinanti terlihat lebih disiplin, teratur, dan memiliki sikap yang jauh lebih baik.

“Anak SR itu kebersamaannya ada, kalau lingkungan masing-masing kan ibaratnya, bandelnya saja yang ada. Jadinya masuk SR berguna sekali, disiplin dia, sikap dia berubah semua,” kata Suroso yang bekerja serabutan sebagai buruh bangunan.

Sedangkan ibu Kinanti yang sehari-hari berjualan sayur keliling dan ikan teri, dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari juga merasa terbantu dengan kehadiran Sekolah Rakyat.

“Jualannya pun enggak terlalu banyak, pas-pasan kami, makanya ini adiknya Kinanti pun masih sekolah, kakaknya juga. Makanya berat kalau enggak ada Sekolah Rakyat. Takut enggak sekolah, karena enggak mampu lah,” ungkap Gustaria.

baca juga

Memiliki empat orang anak yang sudah memasuki usia sekolah dengan kondisi ekonomi yang terbatas, serta biaya pendidikan menjadi beban tersendiri bagi para orangtua siswa Sekolah Rakyat. Tak ayal, ketika tawaran bersekolah datang dari PKH Kementerian Sosial datang, Suroso dan Gustaria bersyukur. Lantaran seluruh kebutuhan Kinanti terpenuhi dengan baik, mulai dari makan, seragam, hingga asrama.

“Kita ini makan ya, asal aja udah rebus bayam, sambel, tempe sudah. Kalau di sini (Sekolah Rakyat) memang (pemenuhan) gizinya bagus, ada ikan, makannya cepat besar, cepat gemuk. Waktu pulang, (Kinanti) naik lima kilo, enggak pernah turun, naik berat badannya,” tutur Suroso lagi.

Suroso pun mengucapkan terima kasih. Baginya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan harapan untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih baik bagi anaknya.

“Sekolah Rakyat ini merupakan sekolah untuk orang-orang yang enggak mampu. Ke depannya itu anak-anak jadi bangkit. Umpamanya enggak bisa sekolah, jadi bisa sekolah. Keinginan dia kerja pun ada. Hobi dia, di sini disalurkan. Kalau dia mau cita-cita apa, terjadilah impian-impian anak-anak itu. Terima kasih Pak Prabowo dan Menteri Sosial,” pungkas Suroso. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia

Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 15:40 WIB

Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan

Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:01 WIB

Peran Wali Asrama dalam Membentuk Karakter dan Disiplin Siswa Sekolah Rakyat

Peran Wali Asrama dalam Membentuk Karakter dan Disiplin Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:56 WIB

DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat

DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:29 WIB

Wamensos Agus Jabo: Siswa Sekolah Rakyat Masuk Tanpa Seleksi Akademis

Wamensos Agus Jabo: Siswa Sekolah Rakyat Masuk Tanpa Seleksi Akademis

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Hari Ini, Puluhan Ribu Petugas Mulai Verifikasi Lapangan Peserta PBI-JK

Hari Ini, Puluhan Ribu Petugas Mulai Verifikasi Lapangan Peserta PBI-JK

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×