Peran Wali Asrama dalam Membentuk Karakter dan Disiplin Siswa Sekolah Rakyat

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:56 WIB
Peran Wali Asrama dalam Membentuk Karakter dan Disiplin Siswa Sekolah Rakyat
Aktivitas keseharian siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung di sekolah dan asrama. (Dok: Humas SRMP 9 Bandung)

Suara.com - Peran Muhtadin Yanto (33) sebagai wali asrama di Asrama Putra Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung kerap luput dari perhatian. Namun, melalui perannya, pembentukan karakter positif para siswa dapat terwujud.

"Kita beban moralnya itu, harus mendampingi anak selama di asrama, karena memang di asrama itu ya bisa dibilang tiga kali jam (pelajaran) sekolah," kata Muhtadin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Saat ini, SRMP 9 Kota Bandung membina 47 siswa yang tinggal di dua bangunan asrama terpisah untuk putra dan putri. Masing-masing asrama berada di bawah pengawasan satu wali asrama.

Tugas wali asrama tidak hanya memastikan kebutuhan dasar siswa terpenuhi, tetapi juga mengawasi rutinitas harian mereka, mulai dari bangun pagi, mengikuti kegiatan sesuai jadwal, hingga beristirahat tepat waktu.

Mendidik siswa dengan latar belakang beragam menjadi tantangan tersendiri. Muhtadin mengakui bahwa tiga bulan pertama merupakan masa yang cukup berat, terutama dalam membentuk kebiasaan disiplin dan keteraturan.

"Ya memang buat pengondisian, tiga bulan awal lumayan repot ya pembiasaannya," ujar Muhtadin.

Selain menanamkan nilai disiplin dan kemandirian, ia juga berupaya memperbaiki perilaku siswa yang sebelumnya kurang baik. Ia pernah mendapati siswa yang berbicara kasar maupun terlibat konflik. Namun, perubahan positif mulai terlihat, termasuk kebiasaan bangun lebih awal dan mandi sebelum waktu Subuh.

"Jadi memang itu luar biasa, tapi alhamdulillah sekarang ya, semuanya berubah. Jadi sebelum Subuh sekarang udah pada mandi semua," tuturnya.

Perkembangan siswa juga tercermin dari meningkatnya kemandirian serta berkurangnya ketergantungan pada gawai. Menurutnya, upaya edukasi yang dilakukan secara bertahap bersama guru dan wali asuh sangat penting, mengingat penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi dan emosi siswa.

baca juga

"Kita tetap bertahap mengedukasi, karena kan tantangan generasi sekarang itu kan gadget adiktif ya. Itu mengurangi konsentrasi mereka, emosi mereka," jelasnya.

Di balik pengabdiannya, Muhtadin harus menerima kenyataan tinggal jauh dari keluarganya di Sukabumi, Jawa Barat. Ia memandang pengorbanan tersebut sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Ia meyakini program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pendidikan menjadi solusi jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan sekadar pemberian bantuan sosial.

"Sekolah Rakyat harus sukses ya, karena memang dengan cara apa lagi, pengentasan kemiskinan ya, kecuali dengan generasinya itu diputus gitu," ujarnya.

Keyakinan tersebut menjadi sumber motivasi bagi Muhtadin untuk tetap bertahan menghadapi berbagai dinamika selama satu semester pelaksanaan program Sekolah Rakyat, dengan segala tantangan dan pengalaman yang menyertainya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat

DTSEN Rayakan Satu Tahun, Pemutakhiran Data Terus Diperkuat

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:29 WIB

Wamensos Agus Jabo: Siswa Sekolah Rakyat Masuk Tanpa Seleksi Akademis

Wamensos Agus Jabo: Siswa Sekolah Rakyat Masuk Tanpa Seleksi Akademis

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Hari Ini, Puluhan Ribu Petugas Mulai Verifikasi Lapangan Peserta PBI-JK

Hari Ini, Puluhan Ribu Petugas Mulai Verifikasi Lapangan Peserta PBI-JK

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:10 WIB

Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai

Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 19:46 WIB

Kemensos Pandu Operator Dinsos se-Indonesia Cara Reaktivasi PBI JK

Kemensos Pandu Operator Dinsos se-Indonesia Cara Reaktivasi PBI JK

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:08 WIB

Cak Imin, Gus Ipul, dan Kepala BPS Bahas Akurasi Data PBI

Cak Imin, Gus Ipul, dan Kepala BPS Bahas Akurasi Data PBI

News | Senin, 16 Februari 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×