Langgar Kidul: Kisah di Balik Tembok Cikal Bakal Muhammadiyah

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:09 WIB
Langgar Kidul: Kisah di Balik Tembok Cikal Bakal Muhammadiyah
Langgar Kidul atau Langgar Kiai Haji Ahmad Dahlan di kawasan Kampung Kauman, Yogyakarta, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Langgar Kidul adalah cikal bakal lahirnya gerakan pembaruan Islam Muhammadiyah.
  • Koreksi arah kiblat Kiai Ahmad Dahlan memicu kontroversi hingga perobohan langgar.
  • Kini, langgar menjadi destinasi edukasi sejarah perjuangan dan pemikiran Kiai Dahlan.

"Itu yang sampai sekarang sejarawan Muhammadiyah yang pernah saya ajak diskusi itu belum menemukan jawaban yang pastinya," ungkap Ahmad.

Dokumentasi dari tahun 1933 menunjukkan bangunan langgar sudah dua lantai, sehingga perubahan itu disinyalir terjadi pada dekade 1920-an. Di lantai atas, tepat di depan mihrab, terdapat goresan di lantai yang diyakini sebagai patokan koreksi kiblat. Namun, apakah goresan itu dibuat langsung oleh Kiai Dahlan atau ditambahkan kemudian, masih menjadi perdebatan.

"Tapi kalau dalam keluarga besarnya itu memang bilangnya itu adalah goresan Kiai Dahlan," imbuhnya.

Laboratorium Pendidikan yang Membebaskan

Lebih dari sekadar tempat ibadah, langgar ini menjelma menjadi laboratorium gagasan pendidikan Kiai Dahlan. Jauh sebelum Muhammadiyah berdiri resmi pada 18 November 1912, ia telah merintis sekolah yang mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum di teras rumah dan langgar ini.

Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) menjadi embrionya, yang kemudian berkembang pesat menjadi cikal bakal sekolah-sekolah Muhammadiyah yang kini tersebar di seluruh nusantara, termasuk SD Muhammadiyah Suronatan dan Madrasah Muallimin serta Muallimat.

"Jadi pada masa awalnya Muhammadiyah berkembang di Jogja itu memang di kompleks ini selalu digunakan sebagai tempat perintisan sekolah-sekolahnya," tutur Ahmad.

Dari Gudang Terbengkalai Menjadi Kompas Sejarah

Kompleks ini aktif sebagai sekolah hingga dekade 1980-an. Namun, setelah itu, bangunan bersejarah ini sempat memasuki episode kelam.

baca juga

"Tahun '90an itu selesai dan di situlah mulai episode yang bangunan ini sempat terbengkalai karena digunakan untuk gudang," kenang Ahmad.

"Dari saya TK sampai saya SD itu saya menangi ini jadi gudang enggak pernah dibuka."

Titik terang datang pada 2010. Menjelang Muktamar satu abad Muhammadiyah, kompleks ini direnovasi total dan kembali dihidupkan sebagai ruang ibadah sekaligus destinasi edukasi sejarah. Pengunjung dari berbagai kalangan kini datang silih berganti, ingin menyerap semangat pembaruan dari tempat ini.

Kini, Langgar Kidul Kiai Ahmad Dahlan telah bersolek, menjadi pengingat abadi bahwa warisan sang pencerah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan semangat pendidikan yang membebaskan dan keberanian berpikir kritis. Di tengah modernitas Yogyakarta, langgar ini tetap berdiri sebagai kompas moral dan intelektual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta

Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 05:26 WIB

Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda

Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 22:20 WIB

Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing

Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 20:18 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×