Di Balik Rimbun Hutan Cawang: Jerat Asusila, Tembok Beton, dan Ruang Publik yang Sekarat

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:25 WIB
Di Balik Rimbun Hutan Cawang: Jerat Asusila, Tembok Beton, dan Ruang Publik yang Sekarat
Ilustrasi Hutan Kota Cawang yang berubah fungsi menjadi tempat asusila di malam hari. [Suara.com/Aldie]
baca 10 detik
  • Hutan Kota Cawang viral di media sosial sebagai lokasi praktik asusila.
  • Pemerintah merespons dengan membangun pagar beton dan memasang CCTV di lokasi.
  • Solusi instan ini dinilai gagal menyentuh akar masalah minimnya ruang publik.

Suara.com - Hutan Kota Cawang yang rimbun kini tengah berjuang melepaskan bayang-bayang kelamnya. Di balik rapatnya pepohonan dan desir dedaunan, aroma tanah basah seolah menjadi saksi bisu bagi persoalan sosial kronis yang selama ini mengakar kuat: praktik asusila.

Pemerintah mulai memagari kawasan itu dengan beton tinggi dan memasang kamera pengawas, berambisi mengubah wajah hutan menjadi taman keluarga yang ramah. Namun, publik bertanya; apakah tembok dan teknologi mampu menyentuh akar masalah, atau sekadar memindahkan titik kekacauan ke tempat lain?

Saat Hutan Kota Jadi 'Ruang Gelap'

Vegetasi yang lebat, minimnya penerangan, dan pagar yang rusak menjadi resep sempurna yang mengubah Hutan Cawang menjadi 'ruang gelap' tersembunyi. Jauh dari pengawasan sosial alami karena lokasinya yang terpencil, serta longgarnya patroli keamanan, kawasan ini menjadi surga bagi aktivitas terlarang.

Informasi mengenai sudut-sudut 'aman' ini dengan cepat menyebar di komunitas tertentu melalui media sosial. Akibatnya, Hutan Cawang beralih fungsi menjadi titik kumpul kegiatan negatif, merusak citra dan fungsi aslinya sebagai paru-paru kota.

Seperti sudah menjadi pola, cambuk digital dari media sosial terbukti ampuh memaksa Pemprov DKI Jakarta bertindak. Setelah video-video tak senonoh viral, barulah operasi penertiban gabungan digelar pada Jumat (27/2/2026).

Infografis masalah di hutan Cawang. [Suara.com/Aldie]
Infografis masalah di hutan Cawang. [Suara.com/Aldie]

Petugas fokus memperbaiki pagar, menutup akses ilegal, memangkas pohon, dan memasang lampu tembak. Satpol PP kini memperketat pengawasan.

"Kami terus tingkatkan upaya agar RTH tetap aman dan nyaman bagi warga," tegas Staf Khusus Gubernur DKI, Chico Hakim.

Namun, respons yang baru muncul setelah isu meledak ini menuai kritik tajam.

baca juga

"Ini terlihat seperti lemahnya pengawasan dari Pemprov selama ini. Saya khawatir, hal ini juga terjadi di tempat lain, namun tidak viral di media sosial," kritik Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis.

CCTV: Solusi Instan atau Kebijakan Frustasi?

Rencana pemasangan CCTV di berbagai taman Jakarta kini menjadi solusi andalan. Namun, langkah ini dikhawatirkan hanya bersifat sementara. Sosiolog Andreas Budi Widyanta berpendapat, kontrol ketat hanya akan meredam masalah sesaat sebelum akhirnya muncul kembali di tempat lain.

"Itu akan menghilang, tetapi setelah itu ya, kemudian akan hadir kembali terus-menerus karena itu hasrat purba dari manusiawi kita," ujarnya kepada Suara.com, pada Senin (2/3/2026).

Menurut Andreas, fenomena ini adalah dampak dari minimnya ruang publik yang beragam dan dapat diakses bebas oleh warga. Ketika banyak ruang terbuka hijau diprivatisasi menjadi area komersial, taman kota menjadi satu-satunya pelarian.

"Tentu saja, itu boleh jadi lebih karena dia tidak punya kanal diversitas ruang publik itu lalu tertumpuk ada di situ semua," katanya.

Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Timur menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang yang diduga menjadi tempat 'esek-esek' di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, pada Jumat (27/2/2026). [Dok. Pemkot Jakarta Timur]
Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Timur menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang yang diduga menjadi tempat 'esek-esek' di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, pada Jumat (27/2/2026). [Dok. Pemkot Jakarta Timur]

Alih-alih menjadi solusi holistik, kebijakan berbasis pengawasan digital ini justru cerminan dari kegagalan manajemen ruang.

Ruang Publik yang Gagal Memanusiakan

Di balik kerumunan dan aktivitas menyimpang, tersimpan kegelisahan mendalam mengenai minimnya ruang yang benar-benar aman dan inklusif di Jakarta. Pembangunan taman saat ini dinilai belum menjawab kebutuhan sosiologis generasi muda yang hidup di tengah ledakan teknologi.

"Tentu daya tarik-daya tarik ini dibutuhkan kreativitas dan juga perlu riset sosial maupun juga arsitektural perkotaan ya," tutur Andreas.

Selama ini, perancangan infrastruktur fisik di Jakarta cenderung bersifat top-down dan sering kali berakhir sebagai proyek administratif belaka. Padahal, identifikasi kultur dan karakter masyarakat lokal sangat menentukan apakah sebuah ruang mampu memanusiakan penghuninya.

"Bangsa ini tidak pernah terbiasa merancang kota dengan melibatkan partisipasi warga secara penuh," sorot Andreas.

Jakarta, menurutnya, harus mulai serius menyandingkan riset sosial dengan pembangunan fisik. Sinergi ini menjadi kunci untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya estetis, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, terutama bagi kelompok rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik

Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari

Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:37 WIB

Merokok di Ruang Publik, Aturan Kurang Ketat atau Kesadaran yang Minim?

Merokok di Ruang Publik, Aturan Kurang Ketat atau Kesadaran yang Minim?

Your Say | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras

Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:30 WIB

Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga

Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:08 WIB

Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim

Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:51 WIB

Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?

Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:51 WIB

Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi

Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:33 WIB

Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas

Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:20 WIB

OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Langkat, Operasi Senyap ke-15 Sepanjang 2026

OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Langkat, Operasi Senyap ke-15 Sepanjang 2026

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:11 WIB

Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan

Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:00 WIB

Sering Bikin Kaget! MRT Rem Mendadak di Jalur Senayan-ASEAN Ternyata Akibat Gangguan Sinyal

Sering Bikin Kaget! MRT Rem Mendadak di Jalur Senayan-ASEAN Ternyata Akibat Gangguan Sinyal

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:43 WIB

Iran Bombardir Israel dan Amerika Serikat Kalau Ganggu Pemakaman Ali Khamenei

Iran Bombardir Israel dan Amerika Serikat Kalau Ganggu Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:23 WIB

×