Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo

Bangun Santoso

Senin, 09 Maret 2026 | 15:41 WIB
Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo
Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi. (bidik layar kanal YouTube Forum Keadilan)
baca 10 detik
  • Iran kecewa pada Indonesia akibat respons lambat atas konflik Timur Tengah dan penawaran mediasi yang dianggap ilusi oleh Prabowo.
  • Izin masuk kapal perang Iran ke Indonesia dicabut sepihak diduga karena adanya ancaman dan tekanan dari Amerika Serikat.
  • Penyitaan kapal tanker MT Arman 114 dan rencana lelang muatan minyak mentahnya memicu kemarahan signifikan dari Teheran.

Suara.com - Hubungan bilateral antara Republik Islam Iran dan Indonesia tengah diselimuti ketegangan diplomatik imbas sejumlah manuver politik luar negeri. Teheran secara terang-terangan menyoroti sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak lagi mencerminkan prinsip non-blok dan terlalu tunduk pada tekanan Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, berdasarkan hasil pertemuannya dengan jajaran Kedutaan Besar dan Atase Pertahanan Iran baru-baru ini.

Menurut Siswanto, kekecewaan Iran terhadap Indonesia berpangkal pada tiga isu utama, mulai dari minimnya empati di tengah kecamuk perang Timur Tengah, insiden penolakan kapal perang Iran, hingga penyitaan dan rencana lelang kapal tanker raksasa milik Teheran.

Keterlambatan Ucapan Duka dan Isu Mediator Konflik

Kekecewaan terbaru Iran berkaitan dengan sikap Indonesia dalam merespons perang yang sedang berlangsung antara Iran melawan AS dan Israel.

Siswanto memaparkan, Iran kecewa karena Indonesia tidak mengecam insiden pembunuhan anak-anak sekolah yang menjadi korban konflik tersebut, berbeda dengan sikap proaktif pemimpin negara lain.

Selain itu, respons lambat pemerintah Indonesia atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, turut menjadi sorotan.

“Kita 4 hari setelah itu. Itu pun surat gitu. Apa susahnya sih Prabowo kalau memang dia masih melihat Iran sebagai sesama anggota OKI, gerakan non blok atau D8 apa susahnya gitu?” ujar Siswanto dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Senin (9/3/2026).

Siswanto juga menilai langkah Presiden Prabowo yang mencoba menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik tersebut dianggap sebagai sebuah ilusi.

baca juga

Pasalnya, Iran saat ini dalam posisi mandiri dan bahkan menolak tawaran bantuan militer dari Rusia, maupun bantuan finansial dari China dan Korea Selatan.

“Sepertinya Prabowo mengalami semacam ilusi bahwa dia dibutuhkan oleh Iran gitu loh. Kehadirannya dibutuhkan oleh Iran. Saya kira ini tidak tepat, Iran tidak butuh siapa-siapa,” tegasnya.

Diusirnya Kapal Perang Iran karena Tekanan AS

Kekecewaan kedua mundur ke awal tahun 2025. Saat itu, TNI Angkatan Laut menggelar International Maritime Security Symposium (IMSS) dan Multilateral Exercise Komodo (MNEK) yang dihadiri sekitar 50 negara.

Sebagai tuan rumah, Indonesia secara resmi mengundang Iran. Teheran kemudian mengirimkan dua kapal perangnya, Mahdavi dan Shahid Abbas. Namun, insiden diplomatik terjadi saat kapal tersebut sedang berlayar menuju perairan Indonesia.

“Itu ada dua kali terjadi komunikasi, pertama diizinkan, terus setengah jalan tidak diizinkan, kedutaan menegosiasi lagi. Kami sudah setengah jalan nih. Oke, silahkan lanjut kata otoritas kita ya, Kemhan, Mabes TNI, Mabes Angkatan laut kita, bahkan kantor kepresidenan. Oke, bergerak. Tiba-tiba ketika sudah sedikit lagi masuk ke perairan kita (Indonesia) nggak bisa, ditolak sama sekali. Izinnya dicabut,” ujarnya.

Pembatalan sepihak ini diduga kuat akibat intervensi Washington. AS mengancam akan angkat kaki beserta seluruh sekutunya dari latihan gabungan tersebut jika kapal Iran dibiarkan ikut serta.

Kecewa dengan sikap Indonesia, Atase Pertahanan Iran bahkan sempat melontarkan protes keras kepada Siswanto saat bertemu di Bali, mengingatkan bahwa Indonesia seharusnya memegang teguh status non-blok. Kedua kapal perang Iran itu akhirnya mengalihkan kunjungannya ke Malaysia.

Penyitaan dan Lelang Kapal Tanker MT Arman 114

Puncak kekecewaan Iran di sektor maritim adalah kasus penangkapan kapal tanker Iran, MT Arman 114, oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di sekitar perairan Batam-Natuna. Kapal yang sedang melintas tersebut ditangkap dan dituduh mencemari lingkungan laut Indonesia.

Siswanto menduga, penangkapan ini bukanlah murni inisiatif otoritas dalam negeri, melainkan ada indikasi pesanan dari intelijen asing.

"Setiap penangkapan kapal Iran oleh otoritas kita, besar kemungkinannya atas perintah Amerika ada intervensi negara lain Sekian banyak kapal melintas, kenapa hanya kapal Iran?" pungkasnya.

Situasi makin memanas setelah pengadilan Indonesia memutuskan untuk melelang kapal beserta muatannya berupa 2 juta barel minyak mentah, yang ditaksir bernilai hingga Rp2 triliun. Proses lelang yang kini digembar-gemborkan oleh Kejaksaan Agung ini memicu amarah pihak Iran.

“Atase pertahanan Iran bilang ke saya, ‘Kenapa kapal ini dilelang?’ Kami saja yang biasa menangkap kapal di Selat Hormuz, kami tidak melelang kapal orang,” tegasnya. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur

Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur

News | Senin, 09 Maret 2026 | 14:18 WIB

Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti

Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 13:45 WIB

Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 13:43 WIB

Kasus Nabilah OBrien Berakhir Damai, Komisi III DPR Soroti Perubahan KUHP-KUHAP Baru

Kasus Nabilah OBrien Berakhir Damai, Komisi III DPR Soroti Perubahan KUHP-KUHAP Baru

News | Senin, 09 Maret 2026 | 13:32 WIB

Rahasia Strategi Iran Melawan AS-Israel dalam Perang Terbuka

Rahasia Strategi Iran Melawan AS-Israel dalam Perang Terbuka

News | Senin, 09 Maret 2026 | 13:27 WIB

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:01 WIB

Rekaman Video Buktikan Rudal AS Serang Sekolah di Iran, Ratusan Siswi Tewas

Rekaman Video Buktikan Rudal AS Serang Sekolah di Iran, Ratusan Siswi Tewas

News | Senin, 09 Maret 2026 | 12:46 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×