Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti

Liberty Jemadu

Senin, 09 Maret 2026 | 13:45 WIB
Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan ekspor mobil ke Timur Tengah tertunda pada Maret 2026 akibat perang berkepanjanga di Teluk. Foto: Ekspor perdana Yaris Cross. [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
baca 10 detik
  • Presiden Direktur TMMIN mengakui pengiriman kendaraan Toyota Indonesia ke Timur Tengah tertunda akibat konflik Teluk.
  • TMMIN tetap memproduksi mobil sesuai permintaan, namun menyimpannya di stockyard sambil menunggu situasi mereda.
  • Sekitar 20 persen ekspor tahunan mobil Toyota Indonesia dialokasikan untuk pasar Timur Tengah.

Suara.com - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengakui pihaknya kini belum bisa mengirim kendaraan ke Timur Tengah imbas konflik di Teluk yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Nandi, di Jakarta, Jumat (6/3/2026), mengatakan saat ini pihaknya masih terus memproduksi mobil sesuai permintaan dari Timur Tengah tetapi alih-alih langsung dikirim TMMIN akan menyimpan mobil produksiannya di stockyard.

"Komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan. Tapi karena logistik terganggu, pengirimannya menunggu situasi mereda," terang Nandi.

Lebih lanjut Nandi mengatakan bahwa sekitar 20 persen dari ekspor mobil Toyota Indonesia setiap tahun di kirim ke Timur Tengah. Sisanya dikirim ke Amerika Latin, Afrika dan Asia Tenggara. Pada 2025 kemarin, Toyota Indonesia mengekspor hampir 300.000 unit mobil ke lebih dari 100 negara di dunia.

Nandi juga mengatakan saat ini pihaknya masih berusaha menambah pasar ekspor lain untuk mengurangi risiko akibat konflik di Teluk.

Keputusan TMMIN ini sedikit berbeda dengan kebijakan Toyota Motor di Jepang. Dilansir dari NHK, Toyota akan mengurangi produksi secara drastis pada bulan Maret untuk kendaraan yang ditujukan bagi pasar Timur Tengah karena konflik di Iran.

Toyota akan memangkas produksi hingga 20.000 kendaraan atau sebagian besar pengiriman bulanan perusahaan dari Jepang ke wilayah tersebut.

Sumber-sumber mengatakan rencana tersebut mencakup periode 9 hingga 31 Maret dan Toyota telah memberi tahu para pelanggannya..

Tahun lalu, Toyota mengekspor sekitar 20.000 hingga 30.000 kendaraan per bulan ke Timur Tengah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:01 WIB

Terkuak di Dokumen Negara, Toyota Siapkan Mobil MBG? Wujud Boksnya Bikin Salah Fokus

Terkuak di Dokumen Negara, Toyota Siapkan Mobil MBG? Wujud Boksnya Bikin Salah Fokus

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 13:00 WIB

Agrinas Tawarkan Pengadaan Pikap Kopdes Merah Putih, Toyota: Harga Tidak Ketemu

Agrinas Tawarkan Pengadaan Pikap Kopdes Merah Putih, Toyota: Harga Tidak Ketemu

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 08:51 WIB

Berapa Harga Raize Second? Bongkar Pasaran SUV Kompak Idaman Anak Muda dari Toyota

Berapa Harga Raize Second? Bongkar Pasaran SUV Kompak Idaman Anak Muda dari Toyota

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:54 WIB

Cek Daftar Harga Mobil Toyota Maret 2026, Mulai MPV hingga Sedan

Cek Daftar Harga Mobil Toyota Maret 2026, Mulai MPV hingga Sedan

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 15:27 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×