China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya

M Nurhadi

Selasa, 10 Maret 2026 | 08:18 WIB
China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya
Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am.)
baca 10 detik
  • Wakil Menteri Iran menyebut China, Rusia, dan Prancis intensif berkomunikasi untuk menghentikan permusuhan di kawasan tersebut.
  • Presiden Putin mengajukan usulan penyelesaian politik konflik Iran dan Ukraina melalui pembicaraan langsung dengan Presiden Trump.
  • Meskipun upaya damai, Iran melancarkan serangan balasan "Operasi Janji Setia 4" menggunakan rudal berat sebagai perlawanan.

Suara.com - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa sejumlah kekuatan besar dunia, termasuk China, Rusia, dan Prancis, telah menjalin komunikasi intensif dengan Teheran.

Fokus utama pembicaraan tersebut adalah mengupayakan penghentian permusuhan (cessation of hostilities) secepat mungkin.

Gharibabadi menegaskan bahwa syarat utama dari pihak Teheran untuk menyetujui gencatan senjata adalah jaminan mutlak bahwa "tidak ada lagi agresi lanjutan" yang dilancarkan ke wilayah mereka.

Namun, di saat yang sama, ketegangan di lapangan justru menunjukkan dinamika yang berlawanan dengan upaya damai tersebut.

Intervensi Rusia dan Usulan Damai Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dilaporkan telah melakukan pembicaraan telepon langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (9/3/2026) malam.

Ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov, menyatakan bahwa Putin mengajukan sejumlah usulan konkret untuk menyelesaikan konflik di Iran dan Ukraina melalui jalur politik dan diplomatik.

Moskow mendorong penyelesaian cepat berdasarkan hasil komunikasi terbaru Rusia dengan para pemimpin negara Teluk dan Presiden Iran, Masoud Pezehskian.

Langkah ini diambil guna meredam dampak perang yang kian meluas ke stabilitas regional, seperti yang dilaporkan Al Jazeera.

baca juga

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan optimis dari Florida bahwa perang ini sudah mendekati akhir.

Trump mengeklaim militer AS sengaja membiarkan beberapa target vital, seperti pembangkit listrik, tidak tersentuh untuk saat ini.

Meski begitu, Trump memperingatkan bahwa AS akan memberikan perlindungan penuh bagi kapal-kapal tanker yang beroperasi di Teluk dan Selat Hormuz melalui asuransi risiko politik dan pengawalan militer.

"Jika Iran menyerang kapal-kapal di bawah perlindungan AS, hasilnya akan sangat fatal," tegas Trump.

Ia juga mengejek langkah Teheran yang menyerang negara tetangganya (Arab Saudi dan UEA) sebagai tindakan "bodoh" yang justru membuat negara-negara Teluk berbalik memihak Amerika Serikat.

Analis senior dari Middle East Institute, Harrison, memberikan catatan kritis terhadap pernyataan Trump. Menurutnya, terdapat ketidaksinkronan antara tujuan militer dan politik.

Trump menyatakan ingin rakyat Iran mengambil alih pemerintahan, namun serangan udara yang menghantam infrastruktur sipil dan pemukiman warga justru berisiko menghilangkan dukungan dari masyarakat lokal.

"Pemerintahan Trump memiliki tujuan militer yang jelas, namun tujuan politiknya masih kabur," ujar Harrison.

Meski pembicaraan damai terus bergulir, situasi di Teheran dan kota-kota besar lainnya seperti Isfahan dan Karaj dilaporkan sangat mencekam.

Ledakan keras terus terdengar setiap beberapa jam, mengguncang bangunan-bangunan di ibu kota. Pemerintah Iran belum merilis detail target yang terkena dampak, namun laporan mengenai jatuhnya korban jiwa di daerah pemukiman terus bermunculan.

Sebagai bentuk perlawanan, Iran meningkatkan intensitas serangannya dengan meluncurkan gelombang ke-33 yang disebut "Operasi Janji Setia 4".

Pihak militer Iran mengeklaim mulai menggunakan rudal berat dengan bobot lebih dari 1.000 kilogram untuk menghantam target di Israel dan pangkalan-pangkalan militer di kawasan regional sebagai balasan atas agresi yang mereka terima.


DISCLAIMER: Berita ini disusun berdasarkan perkembangan situasi global per 10 Maret 2026. Konflik di Iran bersifat sangat dinamis dengan risiko perubahan situasi keamanan yang cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia

Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 07:53 WIB

Efek Domino Teheran: Akankah Runtuhnya Iran Mengubah Peta Energi Global Selamanya?

Efek Domino Teheran: Akankah Runtuhnya Iran Mengubah Peta Energi Global Selamanya?

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 07:01 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 06:25 WIB

Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran

Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran

Bola | Selasa, 10 Maret 2026 | 06:14 WIB

Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin

Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 06:10 WIB

Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei

Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Senin, 09 Maret 2026 | 23:32 WIB

Terkini

Waspada Glaukoma! Ahli Mata AHS Desak Lakukan Deteksi Dini

Waspada Glaukoma! Ahli Mata AHS Desak Lakukan Deteksi Dini

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:07 WIB

Tanya AI Cara Bebas Kredit, Pria Jakbar Malah Nekat Buat Laporan Begal Palsu

Tanya AI Cara Bebas Kredit, Pria Jakbar Malah Nekat Buat Laporan Begal Palsu

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:06 WIB

Momen Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan

Momen Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan

Video | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:05 WIB

IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika

IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:02 WIB

Proyek Gas Terbesar Mulai Dibangun, Ini Dampaknya bagi Ekonomi

Proyek Gas Terbesar Mulai Dibangun, Ini Dampaknya bagi Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:00 WIB

5 Parfum Beraroma Bakery dengan Wangi Khas yang Unik, Bikin Ketagihan!

5 Parfum Beraroma Bakery dengan Wangi Khas yang Unik, Bikin Ketagihan!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:00 WIB

Jangan Fokus Proyek EBT Saja, Keandalan Listrik Penting Buat Transisi Energi

Jangan Fokus Proyek EBT Saja, Keandalan Listrik Penting Buat Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:52 WIB

Prabowo Dituduh Lakukan 'Kejahatan Pembiaran' Terkait Isu Ijazah Palsu Jokowi

Prabowo Dituduh Lakukan 'Kejahatan Pembiaran' Terkait Isu Ijazah Palsu Jokowi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:50 WIB

Benarkah Telinga Berdenging Tanda Ibadah Ditolak? Begini Penjelasan Buya Yahya

Benarkah Telinga Berdenging Tanda Ibadah Ditolak? Begini Penjelasan Buya Yahya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jaksa Agung Minta Jampidsus Kuntadi Tak Tebang Pilih Tangani Kasus: Jangan Takut Ditekan!

Jaksa Agung Minta Jampidsus Kuntadi Tak Tebang Pilih Tangani Kasus: Jangan Takut Ditekan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:48 WIB

×