- Perubahan kekuasaan di Iran berpotensi menggeser kendali energi global, memberi pengaruh besar pada pasokan minyak dunia kepada AS dan sekutu.
- Senator AS Lindsey Graham menyatakan AS akan mendapat keuntungan besar finansial jika rezim Iran berhasil digulingkan.
- Pernyataan Trump mengenai normalisasi situasi di Selat Hormuz menjadi pendorong utama penurunan harga minyak mentah dunia terkini.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memunculkan spekulasi besar mengenai dampak strategis jika pemerintah Iran berhasil digulingkan.
Sejumlah analis energi dan geopolitik menilai, perubahan kekuasaan di Teheran dapat mengubah peta kendali energi global dan membuka peluang bagi Amerika Serikat serta sekutunya untuk memegang pengaruh atas hampir sepertiga pasokan minyak dunia.
"Amerika akan mendapatkan rekor keuntungan jika berhasul menggulingkan pemerintah Iran," kata senator Amerika, Lindsey Graham melansir Fox News, Selasa (10/3/2026).
Graham memaparkan, harga minyak global yang melonjak melewati USD100 per barel akibat perang tersebut bukan persoalan besar bagi Amerika.
Menurutnya, melonjaknya harga minya global merupakan resiko 'kecil' agar Amerika bisa mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
"Nantinya ketika rezim ini jatuh, Amerika kita akan menghasilkan banyak uang. Tidak akan ada yang mengancam Selat Hormuz lagi," jelas dia.
Meski demikian, dinamika pasar minyak dunia, yang selama beberapa pekan terakhir dipenuhi ketidakpastian, mulai kembali terkendali.
Harga minyak mentah AS kini tercatat turun ke angka US$86 per barel, setelah sempat menyentuh level US$91 per barel akibat kekhawatiran tertutupnya Selat Hormuz—jalur logistik minyak paling strategis di dunia.
Harga minyak mentah WTI tersebut secara kontinyu terus turun dari level tertinggi USD 120 kemarin.
Baca Juga: Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
CBS News melaporkan, pernyataan Trump yang mengindikasikan bahwa militer Iran telah usai dan situasi di Selat Hormuz akan kembali normal menjadi katalis utama bagi penurunan harga tersebut.