Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:46 WIB
Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel
Analisis mendalam strategi perang atrisi Iran dalam menghadapi gempuran militer skala besar Amerika Serikat dan Israel. (BBC)
Baca 10 detik
  • Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika serangan Amerika dan Israel terus berlanjut.

  • Donald Trump menjanjikan serangan 20 kali lebih kuat jika blokade minyak benar-benar terjadi.

  • Konflik ini memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran krisis ekonomi global.

Ia menegaskan tidak akan menoleransi tindakan apa pun yang mengganggu stabilitas pasokan energi bagi negara-negara di dunia.

Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington tidak ragu melakukan konfrontasi fisik secara besar-besaran di wilayah perairan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima dari total kebutuhan minyak di seluruh bumi.

Kondisi keamanan di ibu kota Iran dilaporkan memburuk setelah fasilitas kilang minyak utama mengalami kerusakan akibat serangan.

Asap tebal terlihat menyelimuti langit Teheran yang menunjukkan betapa seriusnya dampak dari eskalasi militer yang terjadi sekarang.

Di saat yang sama, militer Israel juga dilaporkan memperluas jangkauan operasi mereka hingga ke wilayah Beirut, Lebanon.

Operasi gabungan ini disebut sebagai tindakan balasan atas aktivitas milisi yang terus mengancam keamanan wilayah perbatasan Israel.

Kehancuran infrastruktur di berbagai titik strategis telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin mendalam bagi penduduk lokal di sana.

"Setidaknya 1.332 warga sipil Iran telah terbunuh dan ribuan lainnya luka-luka sejak AS dan Israel meluncurkan rentetan serangan udara dan rudal di seluruh Iran," tulis laporan IRGC.

Baca Juga: Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar

Dampak dari ancaman keamanan ini membuat operasional kapal tanker terhenti total selama lebih dari satu minggu.

Banyak perusahaan produsen minyak terpaksa menghentikan proses pemompaan karena tangki penyimpanan sudah mencapai kapasitas maksimalnya.

Ketidakpastian ini memicu lonjakan harga minyak mentah jenis Brent yang sempat meroket hingga hampir tiga puluh persen.

Fluktuasi harga energi ini menjadi perhatian utama pasar keuangan dunia karena berpotensi memicu inflasi global yang tidak terkendali.

Pemerintah Amerika Serikat kini menghadapi tekanan internal akibat meroketnya harga bahan bakar di stasiun pengisian kendaraan.

Masalah ekonomi ini menjadi sangat sensitif mengingat momentum politik pemilihan paruh waktu yang akan segera berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI