Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09 WIB
Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar
Analisis mendalam strategi perang atrisi Iran dalam menghadapi gempuran militer skala besar Amerika Serikat dan Israel. (BBC)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Israel mengklaim telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer vital Iran.

  • Iran menerapkan strategi perang atrisi untuk menguras sumber daya lawan dan mengganggu ekonomi global.

  • Intensitas serangan rudal Iran dilaporkan menurun meski ancaman drone dan blokade laut tetap ada.

Suara.com - Amerika Serikat bersama Israel mengklaim telah berhasil melumpuhkan kekuatan tempur Iran melalui rangkaian serangan udara terpadu.

Klaim kemenangan ini muncul setelah operasi militer berkelanjutan yang menyasar titik vital pertahanan Teheran.

Pihak Washington menyatakan bahwa infrastruktur militer utama negara tersebut kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

"Pertahanan udara, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan mereka sudah hancur," tulis Presiden AS Donald Trump dikutip dari BBC.

Mantan pemimpin yang kembali menjabat itu menegaskan bahwa kesempatan untuk melakukan negosiasi sudah tertutup rapat.

"Mereka ingin berbicara. Saya bilang, 'Terlambat!'" tegas Trump dalam unggahan tersebut.

Pemerintah Iran melakukan aksi balasan dengan menyerang pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Teheran berargumen bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari hak kedaulatan untuk membela diri dari agresi luar.

Meskipun secara konvensional tertinggal, para ahli melihat Iran sedang menerapkan taktik peperangan jangka panjang.

baca juga

Hellyer, seorang pakar keamanan dari Royal United Services Institute (RUSI) UK, memberikan pandangan mengenai manuver Teheran saat ini.

Menurutnya, Iran tidak berusaha memenangkan pertempuran secara terbuka melawan kekuatan besar seperti Amerika Serikat.

"Iran tidak bisa menang secara konvensional—tetapi strateginya adalah memastikan kemenangan pihak lain tetap mahal dan tidak pasti," ujarnya.

Strategi ini dikenal sebagai perang atrisi yang fokus pada pengurasan sumber daya dan logistik musuh secara bertahap.

Nicole Grajewski dari Sciences Po Prancis menyebutkan bahwa terdapat dimensi psikologis yang kuat dalam setiap serangan Iran.

"Selama Perang 12 Hari [melawan Israel, tahun lalu], Iran lebih banyak mengarahkan serangan ke wilayah sipil," kata Grajewski.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini

Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:03 WIB

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01 WIB

Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur

Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×