Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:51 WIB
Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
Benjamin Netanyahu (AFP)
baca 10 detik
  • Spekulasi mengenai kematian atau cedera Benjamin Netanyahu mulai ramai diperbincangkan di media Ibrani.

  • Absennya video terbaru dan pembatalan kunjungan pejabat AS menjadi indikator kuat adanya masalah.

  • Keamanan di rumah Netanyahu diperketat guna menghadapi ancaman serangan drone bunuh diri saat ini.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Tel Aviv mengenai ketidakpastian kondisi fisik pemimpin tertinggi pemerintahan Israel saat ini. Ada kemungkinan Benjamin Netanyahu meninggal dunia.

Situs Ibrani dari Kantor Berita Tasnim melaporkan adanya desas-desus yang berkembang terkait kemungkinan Benjamin Netanyahu mengalami cedera serius.

Bahkan muncul dugaan liar di tengah masyarakat dan media lokal mengenai potensi kematian sang Perdana Menteri tersebut.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang secara tegas membantah atau mengonfirmasi kebenaran kabar burung tersebut.

Ketegangan meningkat seiring dengan munculnya beberapa indikator janggal yang tertangkap oleh pengamat politik dan keamanan setempat.

"Situs web berbahasa Ibrani dari Kantor Berita Tasnim memperkirakan bahwa spekulasi semakin meningkat di sumber-sumber berbahasa Ibrani mengenai kemungkinan kematian atau cedera Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu," tulis Kantor Berita Tasnim.

Publik mulai menaruh kecurigaan karena sudah hampir tiga hari akun pribadi Netanyahu tidak mengunggah video terbaru.

Biasanya saluran komunikasi tersebut sangat aktif membagikan aktivitas harian sang pemimpin dalam bentuk visual maupun suara.

Foto-foto terbaru yang menunjukkan keberadaan fisiknya pun sudah tidak terlihat dalam kurun waktu empat hari terakhir ini.

baca juga

Kekosongan konten visual ini dianggap tidak lazim bagi seorang tokoh politik yang biasanya sangat rajin mendokumentasikan kegiatannya.

Akibatnya segala pernyataan yang keluar atas nama Netanyahu belakangan ini hanya berupa rilis naskah atau berbasis teks.

"Sudah hampir tiga hari sejak video terakhir Netanyahu diunggah di saluran pribadinya, dan hampir empat hari sejak gambar terakhirnya dipublikasikan. Setelah itu, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya berupa teks," tulis media itu lagi.

Sebelum periode hilangnya jejak visual ini, Netanyahu setidaknya merilis satu hingga tiga video pendek setiap harinya.

Konsistensi publikasi video tersebut telah menjadi standar komunikasi politiknya selama masa konflik yang terus berlangsung.

Ketiadaan rekaman video satu pun selama 72 jam terakhir justru memperkeruh suasana dan memperkuat dugaan adanya masalah.

Masyarakat mulai mempertanyakan mengapa tidak ada pesan video singkat untuk menenangkan spekulasi yang kian liar di internet.

Situasi ini sangat kontras dengan kebiasaan lama yang selalu menonjolkan kehadiran fisik di depan kamera publik.

Data lain yang memperkuat kecurigaan adalah laporan dari sejumlah sumber Ibrani pada tanggal 8 Maret yang lalu.

Laporan tersebut menyebutkan adanya peningkatan drastis pada perimeter keamanan di sekitar kediaman pribadi milik Benjamin Netanyahu.

Langkah pengamanan ekstra ini dikabarkan sengaja dilakukan untuk mengantisipasi potensi serangan menggunakan drone bunuh diri yang mematikan.

Penjagaan ketat yang tidak biasa ini memicu pertanyaan apakah ada ancaman spesifik atau kondisi darurat di dalam.

Kenaikan status kewaspadaan di rumah dinasnya menjadi potongan teka-teki yang coba dirangkai oleh banyak pihak saat ini.

Dampak dari situasi misterius ini diduga merembet pada agenda diplomatik penting yang melibatkan tokoh-tokoh besar asal Amerika.

Kunjungan Jared Kushner yang merupakan menantu Donald Trump dikabarkan batal secara mendadak dari jadwal semula yang direncanakan.

Tidak hanya Kushner, Steve Witkoff yang menjabat sebagai perwakilan khusus Trump juga dilaporkan membatalkan perjalanannya ke Israel.

Pembatalan agenda yang seharusnya berlangsung hari ini disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan situasi internal yang dialami Netanyahu.

Alasan resmi pembatalan tersebut belum diungkap secara transparan kepada publik sehingga memperlebar ruang spekulasi bagi media internasional.

Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan rilis berita dari pihak Istana Élysée mengenai komunikasi diplomatik tingkat tinggi baru-baru ini.

Pihak Prancis melaporkan adanya pembicaraan telepon antara Presiden Emmanuel Macron dengan Netanyahu namun tanpa mencantumkan tanggal pastinya.

Sama seperti laporan lainnya, detail mengenai pembicaraan telepon tersebut hanya dirilis dalam bentuk teks naratif tanpa bukti audio.

Hal ini memicu keraguan apakah komunikasi tersebut benar-benar terjadi secara langsung atau hanya protokol administratif rutin semata.

Hingga kini dunia masih menunggu bukti otentik mengenai kondisi kesehatan yang sebenarnya dari Perdana Menteri Israel tersebut.

"Istana Élysée juga tidak menyebutkan tanggal percakapan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Netanyahu dalam laporan berita tentang panggilan tersebut, dan hanya teks dari percakapan yang diduga tersebut yang dirilis."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?

Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:47 WIB

Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:42 WIB

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:33 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×