Iran Mulai Tebar Ranjau di Selat Hormuz, Trump Beri Peringatan Keras

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:11 WIB
Iran Mulai Tebar Ranjau di Selat Hormuz, Trump Beri Peringatan Keras
Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami)
  • Intelijen AS melaporkan Iran mulai menyebar puluhan ranjau di Selat Hormuz, mengancam jalur energi vital dunia.
  • Presiden Trump mengancam konsekuensi besar jika Iran tidak segera menyingkirkan ranjau yang telah dipasang.
  • Komando Pusat AS menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di Selat Hormuz sebagai respons tegas.

Suara.com - Iran disebut telah mulai menebar ranjau di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan laporan yang bersumber dari intelijen Amerika Serikat (AS).

Langkah ini mengancam salah satu urat nadi energi global terpenting, mengingat perairan tersebut dilintasi sekitar 20 persen dari total pasokan minyak mentah dunia.

Dilansir dari media international, berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat, skala pemasangan ranjau saat ini memang belum masif baru berkisar puluhan ranjau yang disebar dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, ancaman eskalasi sangat tinggi. Iran masih menyiagakan 80 hingga 90 persen armada kapal kecil dan kapal penebar ranjaunya.

Analisis mendalam strategi perang atrisi Iran dalam menghadapi gempuran militer skala besar Amerika Serikat dan Israel. (BBC)
Analisis mendalam strategi perang atrisi Iran dalam menghadapi gempuran militer skala besar Amerika Serikat dan Israel. (BBC)

Kondisi ini memungkinkan pasukan Teheran untuk menanam ratusan ranjau tambahan di jalur strategis tersebut sewaktu-waktu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang saat ini mengontrol penuh kawasan selat bersama angkatan laut reguler Iran, didukung oleh persenjataan yang mumpuni.

Mereka siap mengerahkan kapal penyebar ranjau, perahu bermuatan bahan peledak, hingga jaringan baterai rudal pantai yang tersembunyi di berbagai titik.

Merespons memanasnya situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan tegas melalui akun sosial media, Truth Social miliknya pada Selasa.

“Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut disingkirkan, SEGERA!” tulis Trump, yang dikutip dari CNN Internasional, Rabu (11/3/2026).

Trump juga menegaskan bahwa “jika ranjau tersebut tidak segera dibersihkan, Iran akan menghadapi konsekuensi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika Teheran bersedia menyingkirkan apa pun yang mungkin telah dipasang, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar!" tambahnya.

Tindakan tegas pun langsung diambil oleh militer AS. Menyusul unggahan Trump, Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, mengkonfirmasi melalui platform X.

"Komando pusat AS telah melenyapkan kapal-kapal penebar ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz, menghancurkannya dengan presisi tanpa ampun. Kami tidak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz,” jelasnya.

Secara terpisah, Komando pusat AS melalui unggahan media sosial pada Selasa (10/3/2026) malam mengumumkan rincian operasi tersebut. Mereka menyatakan militer AS sukses menghancurkan sejumlah armada laut Iran di sekitar Selat Hormuz, termasuk 16 unit kapal yang difungsikan sebagai penebar ranjau.

Kondisi di Selat Hormuz saat ini dinilai sangat kritis. Sebelumnya, IRGC telah mengeluarkan ancaman untuk menyerang kapal jenis apa pun yang nekat melintas, membuat jalur tersebut lumpuh dan tertutup sejak awal pecahnya konflik. Mengingat tingginya risiko keamanan selat saat ini yang digambarkan layaknya "lembah kematian".

Terkait dengan perlindungan armada komersial, sejumlah pejabat AS pada hari Selasa menyatakan bahwa Angkatan Laut AS hingga kini belum memberikan pengawalan bagi kapal-kapal yang melewati selat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!

Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:55 WIB

Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis

Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:28 WIB

Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran

Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:51 WIB

Perang Iran Memanas! Pentagon Akui 147 Tentara AS Jadi Korban dalam Operation Epic Freedom

Perang Iran Memanas! Pentagon Akui 147 Tentara AS Jadi Korban dalam Operation Epic Freedom

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:18 WIB

Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak

Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:07 WIB

Terkini

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:45 WIB

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:25 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:07 WIB

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:14 WIB

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:07 WIB