Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:02 WIB
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
Jenderal Iran Mohsen Rezaei (Kantor Berit Iran)
baca 10 detik
  • Iran menegaskan tidak ada gencatan senjata hingga tujuan akhir militer tercapai sepenuhnya.

  • Mohsen Rezaei mengklaim cadangan rudal Iran tak terbatas dan armada AS telah mundur.

  • Strategi perang Iran fokus pada inovasi drone dan kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.

Suara.com - Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah kini memasuki fase yang sangat krusial dan penuh tekanan tinggi.

Mantan Komandan Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohsen Rezaei, memberikan pernyataan tegas mengenai posisi negaranya.

Ia menyatakan bahwa masa kesabaran Iran yang didasari oleh misi kemanusiaan kini telah mencapai batas akhirnya.

Langkah ini diambil demi mencegah meluasnya konflik regional yang jauh lebih destruktif bagi banyak pihak terkait.

Rezaei menekankan bahwa kali ini pihaknya tidak akan membuka ruang untuk pembicaraan mengenai penghentian serangan.

Pihak militer Iran mengingatkan kembali memori sejarah saat mereka menghadapi serangan bom dari rezim Ba'ath Irak.

Rezaei secara langsung memberikan peringatan keras kepada Donald Trump dan Benjamin Netanyahu terkait serangan warga sipil.

"Berhentilah menyerang kawasan pemukiman, atau kami akan membalasnya. Tipu muslihat kalian untuk menghindari kekalahan ini akan gagal di hadapan keberanian bangsa Iran yang bangga," kata dia dikutip dari kantor berita Iran.

Kutipan tersebut menegaskan ancaman pembalasan yang setimpal jika infrastruktur sipil terus menjadi target operasi militer lawan.

baca juga

Strategi musuh untuk menghindari kekalahan dianggap akan gagal total berkat keberanian yang dimiliki rakyat Iran.

Rezaei membagi perjalanan konflik yang sedang berlangsung saat ini ke dalam tiga tahapan waktu yang berbeda.

Tahap pertama adalah rencana musuh untuk meruntuhkan sistem pemerintahan Iran hanya dalam waktu tiga hari saja.

Namun, menurut pengamatannya, strategi kilat Amerika Serikat tersebut justru mengalami kegagalan total sejak awal dimulai.

Fase kedua terjadi pada hari keempat hingga kesembilan yang ditandai dengan kondisi syok dan kebingungan pihak lawan.

Semua tindakan militer yang diambil musuh pada periode ini dinilai hanya berdasarkan keputusasaan tanpa tujuan jelas.

Memasuki tahap ketiga, pemilihan kepemimpinan baru dan serangan masif Iran membuat musuh berpikir keras untuk melarikan diri.

Rencana awal mereka adalah memamerkan kekuatan besar di Teluk Persia dan Laut Oman dengan kapal induk.

Kenyataannya, Rezaei mengklaim armada mereka telah mundur sejauh seribu kilometer dari perairan kedaulatan Iran saat ini.

Mantan komandan ini juga menyoroti kelemahan sistem pertahanan udara lawan yang harus mendatangkan bantuan eksternal.

"Rudal-rudal Iran tidak ada habisnya, sementara sistem THAAD milik kalian telah jatuh ke titik di mana kalian terpaksa mendatangkan sistem tersebut dari Korea Selatan."

Iran menyatakan bahwa kalkulasi musuh mengenai cadangan amunisi dan produksi rudal dalam negeri adalah sebuah kesalahan besar.

Pihak militer mengklaim tidak memiliki batasan waktu dalam menghadapi perang yang mungkin akan berlangsung sangat lama.

Berbeda dengan lawan, Iran merasa lebih siap secara mental maupun ketersediaan logistik untuk pertempuran jangka panjang.

Inovasi teknologi terus dilakukan setiap hari, termasuk peningkatan kemampuan drone bunuh diri secara langsung di medan laga.

Pengelolaan jumlah peluncuran rudal ke pangkalan musuh diklaim berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun.

Rezaei menyamakan kondisi musuh saat ini dengan kegagalan tentara Hitler saat terjebak di tengah salju Rusia.

Ia menilai pihak lawan kini sedang dalam kondisi terkepung dan hanya mencari celah untuk bisa bernapas sejenak.

Pernyataan ini mengunci peluang adanya gencatan senjata jangka pendek yang hanya akan dimanfaatkan musuh untuk konsolidasi.

Tragedi pengeboman sekolah di Minab juga menjadi alasan kuat bagi Iran untuk terus menekan hingga hasil akhir.

Rezaei menutup pernyataannya dengan memberikan penghormatan tertinggi bagi seluruh personel militer yang menjadi tameng bagi rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban

Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:59 WIB

RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah

RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:38 WIB

Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran

Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:33 WIB

Terkini

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

×