Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:08 WIB
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Suara.com/Yasir)
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus penyiraman air keras pada aktivis KontraS, Andrie Yunus, melalui tim gabungan khusus.
  • Penyidik telah memeriksa dua orang saksi warga sekitar lokasi kejadian saat peristiwa penyerangan tersebut berlangsung.
  • Proses investigasi mengandalkan metode ilmiah, termasuk analisis mendalam terhadap rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

Suara.com - Kepolisian terus melakukan langkah akselerasi untuk mengungkap tabir gelap di balik kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto membeberkan perkembangan terkini mengenai proses pendalaman perkara yang menghebohkan publik itu.

"Saksi yang sudah periksa dua orang," kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

Budi memerinci bahwa dua orang saksi yang telah masuk dalam berita acara pemeriksaan merupakan khalayak yang berada di area lokasi saat peristiwa terjadi.

"Warga sekitar yang melihat dan mengetahui kejadian tersebut," bebernya.

Guna mengusut tuntas aksi teror tersebut, aparat kepolisian telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Penyidik kini tengah mengerahkan segala daya upaya dengan mengedepankan metode investigasi modern demi meringkus sang eksekutor.

"Saat ini, masih melakukan penyidikan dengan scientific investigation untuk menemukan pelakunya," tutur Budi.

Terkait dengan pelat nomor kendaraan yang digunakan pelaku, kepolisian hingga kini masih berjibaku membedah bukti-bukti digital di lapangan.

baca juga

Penyidik sedang memelototi setiap detail dari rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk mengendus identitas pelaku.

"Masih dilakukan analisa dari CCTV, itu bagian dari scientific investigation," pungkas Budi.

Yang jelas, kepolisian berkomitmen untuk segera menuntaskan kasus ini agar motif di balik penyiraman air keras tersebut segera menemukan titik terang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku

Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:49 WIB

Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir

Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:38 WIB

GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak

GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Lingkungan Kerja

Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Lingkungan Kerja

News | Minggu, 01 November 2026 | 21:24 WIB

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 21:22 WIB

Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026

Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:09 WIB

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:01 WIB

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

×