Zulkifli S. Ekomei Sebut Rismon Sianipar Bukan Membelot: Dia Pulang Kampung dan Misinya Sukses!

Vania Rossa

Senin, 16 Maret 2026 | 15:05 WIB
Zulkifli S. Ekomei Sebut Rismon Sianipar Bukan Membelot: Dia Pulang Kampung dan Misinya Sukses!
Aktivis Senior Kebangsaan, Dr. Zulkifli S Ekomei. (tangkap layar YouTube)
baca 10 detik
  • Rismon Hasiholan Sianipar yang sebelumnya kritis terhadap Jokowi kini merapat ke kubu mantan presiden tersebut, memicu polemik di kalangan aktivis. 
  • Aktivis senior Zulkifli Ekomei menilai langkah itu bukan pembelotan, melainkan bagian dari skenario penyusupan yang sejak awal dijalankan oleh Rismon. 
  • Ia juga mengingatkan para aktivis agar lebih berhati-hati menerima orang baru dalam gerakan serta berharap barisan oposisi tetap kuat meski menghadapi kemunduran.

Suara.com - Keputusan pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar yang tiba-tiba berbalik arah merapat ke kubu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menyisakan tanda tanya besar di kalangan publik.

Namun bagi Aktivis Senior Kebangsaan, Dr. Zulkifli S Ekomei, manuver tersebut bukanlah sebuah pembelotan. Ia justru menilai langkah Rismon merupakan bagian dari skenario penyusupan tingkat tinggi yang telah berhasil dijalankan.

Zulkifli bahkan secara tegas menolak penggunaan istilah “membelot” untuk menggambarkan sikap Rismon saat ini. Menurutnya, Rismon sejak awal memang merupakan orang yang ditanam oleh pihak lawan di dalam barisan aktivis.

“Jangan. Saya gak suka dengan kata membelot. Dia kembali pulang kampung. Dia kembali ke asalnya, sukses untuk tugas yang ini,” tegas Zulkifli dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (16/3/2026).

Keraguan pada Proses Hukum

Zulkifli juga meragukan efektivitas hukum apabila Rismon kelak diproses terkait dugaan kasus ijazah palsu miliknya sendiri.

Menurutnya, jika pun Rismon ditangkap, hal tersebut hanya akan menjadi tontonan publik semata, sementara di balik layar ia diyakini tetap akan dilindungi.

“Katakan dia ditangkap pun dengan kasus kepalsuan yang itu kematian dan lain-lain. Ditangkap dia pasti misalnya, tapi di dalam apa? Dia pasti diamankan juga,” ungkapnya.

Pelajaran bagi Kubu Roy Suryo

baca juga

Zulkifli menilai manuver Rismon memang membuat kelompok aktivis, termasuk kubu Roy Suryo, terlihat kecolongan. Meski demikian, ia tetap menghargai niat dan perjuangan mereka.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan pelajaran penting dalam dunia pergerakan.

Menurutnya, rekam jejak seseorang harus menjadi pertimbangan utama sebelum menerima seseorang dalam barisan perjuangan.

Zulkifli mengingatkan agar para aktivis tidak mudah percaya hanya karena seseorang terlihat memiliki narasi yang sejalan.

Mengutip ucapan almarhum budayawan Betawi Ridwan Saidi, ia mengingatkan tentang fenomena “kutu loncat” dalam dunia politik.

“Almarhum Bang Ridwan Saidi pernah ngomong, ‘Jangan zuhur jadi pejabat negara, asar sudah jadi oposisi.’ Ya kan? Ini kan mesti ada sesuatu memang dia benar-benar sadar menjadi oposisi membawakan kebenaran atau bagian dari tugas, kan kita gak tahu,” tuturnya.

Peringatan Keras untuk Jokowi

Lebih jauh, Zulkifli mengaku geram melihat rangkaian manuver sejumlah tokoh dalam polemik kasus ijazah palsu, mulai dari Eggi Sudjana hingga Rismon Sianipar.

Ia bahkan secara terbuka menyampaikan peringatan keras kepada Jokowi yang menurutnya telah merusak institusi negara demi kepentingan kelompok tertentu.

“Saya menghimbau kepada Jokowi, ‘udahlah, berhenti kamu bermain untuk merusak bangsa saya.’ Ini marah saya betul sama Jokowi. Saya himbau dia berhenti daripada ada yang menghentikan,” ujarnya.

Harapan untuk Barisan Oposisi

Meski kelompok aktivis terlihat mengalami kemunduran setelah manuver Rismon, Zulkifli berharap barisan oposisi tidak patah semangat dan justru semakin menguat.

Ia menilai kekalahan dalam satu pertempuran bukanlah akhir dari perjuangan yang lebih besar.

“Kalah dalam satu pertempuran biasa, tapi perangnya harus kita menangkan. Untuk itu harapan saya harus dituntaskan. Nggak bisa ini, kebohongan besar. Masa bangsa besar begini kalah dengan ketidakbenaran,” pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terekam Jelas CCTV! Polisi Beberkan Jejak Pelarian Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus

Terekam Jelas CCTV! Polisi Beberkan Jejak Pelarian Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 16 Maret 2026 | 14:08 WIB

Aktivis Senior Bongkar Sosok Rismon Sianipar: Sejak Awal Curiga Dia Agen yang Disusupkan

Aktivis Senior Bongkar Sosok Rismon Sianipar: Sejak Awal Curiga Dia Agen yang Disusupkan

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:44 WIB

Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya

Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya

Your Say | Senin, 16 Maret 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×