- Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal klaster ke Israel tengah pada Selasa (17/3/2026) membalaskan kematian kepala keamanan Ali Larijani.
- Serangan balasan tersebut mengakibatkan dua warga sipil tewas di Ramat Gan dekat Tel Aviv serta menimbulkan kerusakan properti signifikan.
- IRGC mengklaim serangan itu sebagai pembalasan resmi, sementara Iran juga mengeksekusi seorang mata-mata Mossad di dalam negeri.
Suara.com - Iran melancarkan serangan balasan yang mematikan ke wilayah Israel bagian tengah, menggunakan rudal klaster sebagai pembalasan atas pembunuhan kepala keamanannya, Ali Larijani.
Serangan pada Selasa (17/3/2026) malam itu menandai eskalasi baru dalam perang yang telah memasuki pekan ketiga.
Rudal berkepala banyak yang ditembakkan Iran dirancang untuk mampu menembus sistem pertahanan dengan lebih efektif.
Akibatnya, dua orang tewas di wilayah Ramat Gan, dekat Tel Aviv. Pecahan proyektil juga melukai sejumlah warga lainnya dan menyebabkan kerusakan properti yang signifikan, termasuk di sebuah stasiun kereta api.
![Ketegangan di perbatasan utara Israel kembali memanas setelah kelompok bersenjata Hizbullah menembakkan rentetan roket ke wilayah Israel. [Channel 14]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/12/33938-bangunan-di-israel.jpg)
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka mengklaim tanggung jawab. Dalam sebuah pernyataan, mereka menegaskan serangan itu adalah bentuk balasan atas darah martir Dr. Ali Larijani dan rekan-rekannya.
Iran dijadwalkan akan menggelar prosesi pemakaman pada hari Rabu untuk Larijani dan Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij, yang juga tewas dalam serangan udara Israel.
Seorang jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim melaporkan dari Ramallah, menggambarkan situasi di Israel sebagai malam yang sulit yang diwarnai banyak kepanikan saat serangan Iran terjadi.
Ia menyoroti tragedi dua korban tewas yakni pasangan lansia berusia 70-an yang memiliki ruang aman di rumah mereka namun tidak memiliki cukup waktu untuk mencapainya.
Insiden ini memicu kekhawatiran serius mengenai efektivitas sirene peringatan serangan udara di Israel.
Iran tidak berhenti di situ dan kembali melancarkan gelombang serangan rudal berikutnya ke Israel tengah pada Rabu pagi.
Di dalam negeri, Iran juga mengambil tindakan tegas dengan mengeksekusi seorang pria yang dituduh menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Di tengah eskalasi, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran telah memberitahu mereka tentang sebuah proyektil yang menghantam area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr pada hari Selasa, meskipun tidak menimbulkan kerusakan atau korban.
Meski kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Iran bersikeras bahwa struktur pemerintahan mereka tetap kokoh.
“Saya tidak tahu mengapa Amerika dan Israel masih belum memahami hal ini: Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan institusi politik, ekonomi, dan sosial yang mapan,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikutip dari Al Jazeera.
“Kehadiran atau ketiadaan satu individu tidak memengaruhi struktur ini,” tegas Araghchi.