Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Erick Tanjung | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB
Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja
Salat Idulfitri di Gumuk Pasir, Kretek, Bantul, Jumat (20/3/2026). [Suara.com/Hiskia]
  • Lima ribu jemaah Muhammadiyah tunaikan shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Bantul.
  • Tradisi shalat Id di Gumuk Pasir Bantul menjadi ikon religi mancanegara.
  • Haedar Nashir imbau umat Muslim saling menghargai perbedaan penetapan Idulfitri.

Suara.com - Ribuan umat Muslim menunaikan shalat Idulfitri di kawasan ikonik Gumuk Pasir, Kretek, Bantul, Jumat (20/3/2026). Tradisi melaksanakan shalat Id di hamparan pasir ini diketahui telah berlangsung sejak tahun 1900-an silam.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek, Isyudi, menuturkan bahwa pemilihan lokasi ini berawal dari minimnya fasilitas lapangan di daerah tersebut. Kini, lokasi tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi religi tahunan.

"Hingga saat ini, Gumuk Pasir telah menjadi ikon bagi pelaksanaan shalat hari raya di wilayah kami," ujar Isyudi, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan data panitia, sebanyak 5.505 jemaah memadati lokasi tersebut, yang terdiri dari 2.823 laki-laki dan 2.682 perempuan. Isyudi mengakui bahwa daya tarik Gumuk Pasir mengundang banyak warga dari luar daerah yang datang karena penasaran ingin merasakan sensasi beribadah di tengah gundukan pasir.

"Setiap tahun, lokasi ini menjadi rujukan bagi jemaah lokal maupun luar daerah," tambahnya.

Menyikapi adanya perbedaan waktu penetapan Idulfitri tahun ini, Isyudi mengajak umat Muslim untuk tetap memprioritaskan persatuan. Ia menekankan bahwa esensi Ramadan adalah melatih kedisiplinan, ketakwaan, serta empati sosial.

"Kami sudah terbiasa dengan perbedaan. Insyaallah kami tetap saling menghargai dan menghormati meskipun waktu pelaksanaan shalat hari raya tidak bersamaan," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau masyarakat agar tidak memperuncing perbedaan metode penetapan Idulfitri. Ia mengingatkan bahwa keberagaman pandangan adalah hal lumrah yang tidak sepatutnya memicu perpecahan.

"Kita tidak perlu mempertajam perbedaan. Kita sudah terbiasa dengan hal ini. Tidak perlu mencari pembenaran diri dengan memvonis pihak lain yang berbeda," ujar Haedar usai melaksanakan shalat Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Haedar juga berpesan kepada para tokoh agama untuk senantiasa mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan guna menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya kekhusyukan ibadah demi mencapai kesalehan jiwa dan pikiran.

"Hindari ujaran yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan. Selain itu, kami meminta para elite bangsa untuk memberikan teladan yang baik (uswatun hasanah) dalam menciptakan toleransi serta kemajuan bagi umat dan bangsa," pungkas Haedar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

Niat Salat Idulfitri dengan Tata Cara Rakaat Pertama dan Kedua

Niat Salat Idulfitri dengan Tata Cara Rakaat Pertama dan Kedua

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:49 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?

Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:25 WIB

Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026

Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:23 WIB

Mesir Gelar Latihan Militer, Israel Panik Skenario Perang Yom Kippur Terulang

Mesir Gelar Latihan Militer, Israel Panik Skenario Perang Yom Kippur Terulang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:16 WIB

KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil

KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:08 WIB

Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:07 WIB

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:02 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:00 WIB

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:55 WIB

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB