Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB
Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu
Israel tutup sekolah dan batasi aktivitas warga usai serangan drone Iran lukai ratusan orang. (MFA)
baca 10 detik
  • Iran menyerang Israel dengan drone sebagai balasan atas insiden fasilitas nuklir di Natanz.

  • Pemerintah Israel menutup sekolah dan membatasi kerumunan warga maksimal hingga 50 orang saja.

  • Benjamin Netanyahu bersumpah akan membalas serangan Iran demi masa depan kedaulatan negaranya tersebut.

Suara.com - Situasi keamanan di wilayah Israel mendadak mencekam setelah gelombang serangan drone milik militer Iran menghujam berbagai titik.

Langkah darurat langsung diambil otoritas setempat dengan menginstruksikan penutupan seluruh institusi pendidikan di berbagai tingkatan.

Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

Kawasan selatan menjadi titik yang paling terdampak oleh serangan udara yang berlangsung secara masif pada akhir pekan.

Hingga saat ini dilaporkan ratusan orang harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang diderita selama insiden tersebut.

Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel secara resmi telah membekukan semua agenda kegiatan belajar-mengajar hingga hari Selasa.

Selain penghentian sekolah, pemerintah juga menetapkan regulasi ketat mengenai pertemuan massa di ruang-ruang terbuka publik.

Setiap bentuk kerumunan kini dibatasi secara ketat dengan jumlah maksimal hanya sebanyak lima puluh orang saja.

Aturan ini berlaku secara menyeluruh tanpa terkecuali selama periode status siaga tinggi yang ditetapkan oleh otoritas militer.

baca juga

Laporan dari kantor berita Kan menyebutkan bahwa wilayah Negev dan Lachish menjadi zona utama pemberlakuan restriksi ini.

Warga yang berada di kawasan Laut Mati juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi serangan susulan.

Meski demikian, aktivitas publik di wilayah tertentu masih diizinkan beroperasi dengan protokol keamanan yang sangat spesifik.

Setiap orang yang beraktivitas di luar rumah wajib memastikan diri memiliki akses cepat menuju ruang perlindungan bawah tanah.

Sistem peringatan dini berupa sirene udara akan menjadi komando utama bagi warga untuk segera mencari tempat berlindung.

Protokol ini menjadi standar keselamatan yang tidak bisa ditawar mengingat eskalasi konflik yang meningkat sangat cepat.

Serangan yang diluncurkan Teheran pada Sabtu malam menyasar pemukiman padat penduduk seperti kota Arad dan wilayah Dimona.

Aksi militer ini diklaim oleh pihak Iran sebagai bentuk pembalasan terhadap sabotase fasilitas nuklir mereka di Natanz.

Publik internasional mencatat bahwa serangan ini menyebabkan guncangan hebat di wilayah kedaulatan Israel bagian selatan.

Sedikitnya seratus orang dilaporkan mengalami cedera akibat serpihan proyektil dan reruntuhan bangunan yang terkena ledakan drone.

Fokus serangan Iran terlihat jelas mengincar titik-titik yang memiliki nilai strategis tinggi bagi pertahanan Israel.

Kota Dimona selama ini dikenal sebagai lokasi berdirinya Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev yang sangat rahasia.

Meskipun menjadi target serangan, Badan Energi Atom Internasional atau IAEA memberikan keterangan terkait kondisi fasilitas nuklir tersebut.

IAEA menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya kebocoran zat radioaktif yang bisa membahayakan penduduk sekitar.

Struktur utama bangunan riset nuklir tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan signifikan yang mengganggu operasional teknis.

Pihak otoritas atom dunia terus memantau perkembangan di lokasi untuk memastikan keamanan lingkungan dari paparan radiasi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak tinggal diam dan memberikan pernyataan keras terhadap serangan udara Iran tersebut.

Netanyahu mengakui bahwa negaranya baru saja melewati fase yang sangat krusial dalam sejarah pertahanan nasional mereka.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi kedaulatan negara dari segala bentuk ancaman militer asing.

Pernyataan ini muncul sesaat setelah tim medis mengevakuasi para korban dari reruntuhan bangunan di wilayah selatan.

Netanyahu juga terpantau melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan daerah yang terdampak langsung oleh ledakan rudal.

"Ini adalah malam yang sangat sulit dalam perjuangan untuk masa depan kita. Baru saja, saya berbicara dengan Wali Kota Arad, Yair Maayan, dan memintanya untuk menyampaikan, atas nama seluruh warga Israel, doa kami bagi kesembuhan para korban luka," kata Netanyahu.

Pesan tersebut diunggah melalui akun media sosial resminya sebagai bentuk empati kepada rakyatnya yang sedang berduka.

PM Israel tersebut juga memastikan bahwa seluruh jajaran kementerian telah diperintahkan untuk bergerak cepat memberikan bantuan.

Fasilitas kesehatan diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang menderita luka serius maupun ringan.

Kecepatan penyaluran logistik dan bantuan medis menjadi prioritas utama kabinet di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu sekarang.

Upaya penyelamatan terus dilakukan oleh tim darurat di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada warga yang terjebak.

"Saya menguatkan pasukan darurat dan penyelamat yang saat ini bertugas di lapangan, dan saya menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi instruksi Komando Front Dalam Negeri. Kami bertekad untuk terus menyerang musuh-musuh kami di semua garda," ujarnya.

Pernyataan tegas ini memberikan sinyal bahwa konflik bersenjata antara kedua negara ini kemungkinan akan terus memanas.

Israel kini sedang menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memberikan respons balasan yang setimpal terhadap serangan Iran.

Situasi geopolitik di Timur Tengah kini berada pada titik didih yang sangat mengkhawatirkan bagi perdamaian dunia.

Dampak ledakan drone Iran menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar pada berbagai bangunan milik warga sipil.

Banyak pemukiman di Arad dan Dimona mengalami kehancuran parah akibat hantaman langsung proyektil berdaya ledak tinggi.

Api sempat berkobar di beberapa titik strategis yang memicu kepanikan luar biasa di kalangan penduduk setempat.

Petugas pemadam kebakaran bekerja keras memadamkan sisa-sisa api agar tidak merambat ke area tangki bahan bakar.

Puing-puing bangunan yang berserakan di jalanan utama menghambat akses ambulans yang ingin mengevakuasi para korban.

Data terbaru dari layanan penyelamat menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan terkait kondisi fisik para penyintas serangan.

Di wilayah Arad sendiri, terdapat sekitar delapan puluh delapan orang yang mengalami cedera dengan tingkat keparahan beragam.

Sepuluh orang di antaranya dilaporkan dalam kondisi yang sangat kritis dan membutuhkan tindakan operasi segera mungkin.

Sementara itu di Dimona, tercatat ada tiga puluh sembilan warga yang terluka akibat serpihan logam panas.

Kasus yang paling menyita perhatian adalah seorang bocah sepuluh tahun yang kritis akibat terkena pecahan proyektil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:27 WIB

Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina

Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina

News | Senin, 23 Maret 2026 | 09:44 WIB

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Urusan Label, Ini Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMK

Bukan Sekadar Urusan Label, Ini Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMK

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Review My Chef in Crime: Ketika Dapur Menjadi Ruang Forensik Misteri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

5 Skin Tint Ringan Sesuai Review Pengguna: Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp49 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×