-
Iran membantah keras tuduhan serangan rudal jarak 4.000 kilometer ke pangkalan Diego Garcia.
-
Benjamin Netanyahu bersumpah akan terus membalas serangan yang melukai ratusan warga di Israel.
-
Ledakan rudal di Dimona dan Arad menyebabkan kerusakan infrastruktur serta melukai anak kecil.
Suara.com - Otoritas Iran secara resmi memberikan pernyataan sanggahan mengenai isu serangan terhadap instalasi militer gabungan.
Pihak Teheran menepis kabar bahwa mereka telah meluncurkan senjata balistik ke arah Diego Garcia.
Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat teras Iran melalui laporan media Al Jazeera baru-baru ini.
Sebelumnya muncul klaim adanya dua unit rudal yang terbang sejauh 4.000 kilometer ke Samudra Hindia.
Jarak tersebut sangat signifikan karena setara dengan bentangan wilayah dari Aceh hingga ke Papua.
Media internasional Wall Street Journal mengungkapkan laporan tentang peluncuran senjata jarak menengah tersebut pada Jumat lalu.
Dalam laporannya disebutkan bahwa target serangan misterius itu adalah pangkalan militer di Diego Garcia.
Pihak intelijen menyatakan bahwa upaya serangan tersebut tidak berhasil mencapai sasaran utama mereka di sana.
Sumber internal pemerintahan Amerika Serikat menyebutkan satu unit rudal mengalami kegagalan teknis saat berada di udara.
Sementara itu satu unit proyektil lainnya berhasil dilumpuhkan oleh kapal perang milik angkatan laut Washington.
Lokasi Diego Garcia sendiri merupakan pangkalan milik Inggris yang digunakan Amerika Serikat untuk operasi militer.
Jarak antara pangkalan strategis tersebut dengan wilayah Iran diperkirakan mencapai angka 4.000 kilometer secara linear.
Apabila benar Iran pelakunya maka senjata tersebut menjadi teknologi tempur dengan daya jangkau paling jauh.
Sebelumnya menteri luar negeri mereka menyebut kemampuan maksimal rudal Teheran hanya berada di angka 2.000 kilometer.
Kemampuan senjata baru ini diprediksi bisa mengubah peta kekuatan perang karena mampu mencapai daratan Eropa.