Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
Rudal Iran (Times of Islamabat)
baca 10 detik
  • Trump mengklaim perubahan rezim di Iran dan adanya diskusi intens antar kedua negara.

  • Iran secara tegas membantah adanya negosiasi diplomatik yang berlangsung dengan pihak Amerika Serikat.

  • Militer AS menghentikan serangan infrastruktur energi selama lima hari demi kemajuan upaya diplomasi.

Suara.com - Langkah diplomatik yang mengejutkan baru saja diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah bara konflik Timur Tengah.

Secara terbuka, Trump menyatakan bahwa Washington telah melakukan serangkaian dialog yang sangat mendalam dengan pihak berwenang di Teheran Iran.

Pernyataan ini muncul secara tiba-tiba mengingat eskalasi militer yang sebelumnya terus memanas di wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir.

Namun, pengakuan sepihak dari orang nomor satu di Amerika Serikat ini langsung mendapatkan respons dingin dari pihak lawan.

Pemerintah Iran secara resmi menepis kabar tersebut dan menyatakan tidak ada pembicaraan apa pun yang sedang mereka jalani.

Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon, Donald Trump menggarisbawahi kondisi politik yang sedang bergejolak di negara para mullah itu.

Laporan media menyebutkan bahwa Trump "menegaskan ... bahwa apa yang terjadi di Iran dapat digambarkan sebagai perubahan rezim," lapor CNBC.

Indikasi mengenai adanya pergeseran besar dalam penyelesaian sengketa yang telah berlangsung selama tiga minggu ini mulai tercium ke publik.

Meski demikian, rincian mengenai siapa yang duduk di meja perundingan atau lokasi pertemuan tersebut masih tertutup rapat dan misterius.

baca juga

Ketiadaan bukti fisik mengenai dialog ini membuat banyak pihak meragukan klaim yang dilontarkan oleh sang presiden.

Pihak Teheran sendiri tidak tinggal diam mendengar klaim yang dianggap sebagai propaganda sepihak oleh Amerika Serikat tersebut.

Sejumlah pejabat tinggi Iran berulang kali memberikan pernyataan resmi bahwa tidak ada proses negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.

Ketidaksepakatan narasi ini menunjukkan adanya jurang komunikasi yang sangat lebar antara kedua negara yang sedang berseteru.

Kendati dibantah, Trump tetap bersikap optimistis melalui unggahan di media sosial pribadinya mengenai masa depan hubungan kedua negara.

Trump mengatakan kepada CNBC tak lama setelah unggahan Truth Social bahwa AS "sangat bertekad" untuk membuat kesepakatan dengan Iran.

Keinginan kuat untuk mencapai titik temu yang berarti menjadi landasan utama bagi manuver politik yang dilakukan oleh Gedung Putih.

Dalam wawancara yang sama, presiden menyatakan harapan bahwa sesuatu yang substantif dapat dicapai melalui pembicaraan tersebut.

Upaya ini dipandang sebagai langkah berani untuk meredam potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan strategis tersebut.

Namun, tantangan terbesar tetap berada pada validitas komunikasi yang diklaim telah terjadi di antara kedua belah pihak.

Publik dunia kini menanti apakah klaim Trump ini akan membuahkan hasil nyata atau sekadar taktik tekanan psikologis semata.

Sebagai bukti keseriusan dalam mengupayakan jalur damai, Trump mengambil keputusan strategis terkait operasi militer Amerika Serikat.

Melalui platform Truth Social, ia mengumumkan telah memerintahkan angkatan bersenjata untuk melakukan moratorium serangan pada titik tertentu.

Instruksi tersebut secara spesifik meminta militer menghentikan gempuran terhadap pembangkit listrik serta berbagai fasilitas infrastruktur energi di Iran.

Jeda serangan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari sebagai ruang bagi potensi kemajuan proses diplomatik yang sedang diupayakan.

Langkah ini diambil untuk mencegah kehancuran total pada sektor vital yang bisa memperparah krisis kemanusiaan di wilayah Iran.

Situasi di Timur Tengah sendiri sebenarnya sudah mencapai titik didih sejak akhir bulan Februari yang lalu.

Ketegangan di kawasan ini mulai meledak tepat setelah Amerika Serikat dan Israel mengeksekusi serangan udara gabungan pada 28 Februari.

Operasi militer besar-besaran tersebut memicu kekacauan luar biasa dengan jumlah korban yang sangat signifikan di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, angka korban jiwa akibat serangan udara tersebut dilaporkan telah melampaui angka 1.300 orang.

Dampak kerusakan ini menjadi pemicu utama bagi Iran untuk melancarkan tindakan balasan yang tidak kalah sengit.

Iran merespons agresi tersebut dengan mengerahkan armada pesawat tak berawak serta meluncurkan berbagai rudal balistik ke target lawan.

Serangan balasan ini tidak hanya menyasar Israel, namun juga menjangkau wilayah kedaulatan Yordania serta Irak secara bersamaan.

Beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi pangkalan bagi aset militer Amerika Serikat juga turut menjadi sasaran tembak Iran.

Aksi saling balas ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa baru serta kerusakan parah pada berbagai fasilitas infrastruktur penting di negara terkait.

Efek domino dari konflik ini bahkan merembet hingga mengganggu stabilitas pasar keuangan global serta jadwal penerbangan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Terkini

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:18 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 07:17 WIB

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:16 WIB

AC LG Makin Pintar, AI Bisa Baca Kondisi Ruangan hingga Atur Konsumsi Listrik

AC LG Makin Pintar, AI Bisa Baca Kondisi Ruangan hingga Atur Konsumsi Listrik

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 07:15 WIB

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:12 WIB

×