- Presiden Israel Isaac Herzog terpaksa mencari perlindungan akibat serangan rudal yang menghantam dekat lokasinya.
- Insiden tersebut terjadi sesaat setelah ia selesai menggelar konferensi pers di kota Kiryat Shmona, Israel utara.
- Dalam pidatonya, Herzog baru saja menegaskan Israel tidak bisa kembali ke gencatan senjata dan harus mengamankan "kedalaman strategis di Lebanon".
Suara.com - Presiden Israel Isaac Herzog dilaporkan terpaksa mencari perlindungan darurat sesaat setelah sebuah serangan rudal menghantam lokasi di dekat konferensi persnya.
Insiden yang memaksanya untuk 'ngumpet' tersebut terjadi tepat setelah sang presiden selesai menggelar konferensi pers.
Momen mencekam ini menjadi gambaran nyata betapa rapuhnya situasi keamanan di wilayah utara Israel yang terus memanas.
Peristiwa ini dilaporkan secara langsung oleh jaringan media internasional CNN.
Sebuah rudal dilaporkan menghantam area di dekat lokasi konferensi pers yang baru saja digelar.
Serangan tersebut terjadi sesaat setelah ia selesai memberikan pidato di kota Kiryat Shmona yang terletak di bagian utara Israel.
Ironisnya, dalam pidatonya tersebut, sang presiden baru saja menegaskan bahwa negaranya tidak bisa kembali ke gencatan senjata seperti tahun lalu.
Ia bahkan menyerukan perlunya mengamankan “kedalaman strategis di dalam Lebanon” sebagai bagian dari kebijakan pertahanan negaranya.
Pernyataan keras tersebut seketika dijawab oleh suara ledakan yang memaksa sang pemimpin negara dan rombongannya untuk segera mencari perlindungan.