- Mohammad Bagher Zolghadr ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada 24 Maret 2026 menggantikan Ali Larijani.
- Zolghadr merupakan mantan jenderal IRGC berpengalaman dengan rekam jejak signifikan di keamanan dan peradilan Iran.
- Ia juga pernah menjabat Wakil Menteri Dalam Negeri dan Sekretaris Dewan Kemaslahatan sebelum posisi barunya saat ini.
Suara.com - Penunjukan Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada 24 Maret 2026 langsung menyita perhatian.
Zolghadr menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam serangan Israel beberapa hari lalu.
Zolghadr bukan sosok baru dalam lingkar kekuasaan Iran.
Zolghadr adalah mantan jenderal brigadir Islamic Revolutionary Guard Corps alias pasukan Garda Revolusi Iran yang telah berkarier sejak awal revolusi 1979 dan terlibat dalam berbagai operasi strategis, termasuk dalam perang Iran-Irak.
Zolghadr dianggap sejumlah pengamat Timur Tengah sebagai figur berpengalaman yang lama berada di jantung sistem keamanan Iran.
Rekam jejak militernya mencakup posisi penting seperti wakil komandan IRGC hingga pimpinan unit perang lainnya.
Profil Mohammad Bagher Zolghadr
Lahir di Fasa sekitar tahun 1954, Zolghadr menempuh pendidikan ekonomi di University of Tehran sebelum Revolusi Islam.
Pada masa mudanya, Zolghadr juga disebut terkait dengan kelompok gerilya Mansourun yang aktif sebelum perubahan rezim.
Kariernya kemudian merambah ke pemerintahan sipil.
Zolghadr pernah menjabat Wakil Menteri Dalam Negeri untuk urusan keamanan pada era Mahmoud Ahmadinejad serta menduduki posisi strategis di lembaga peradilan Iran.
![Mohammad Bagher Zolghadr resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam serangan udara Israel pekan lalu. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/24/95650-mohammad-bagher-zolghadr.jpg)
“Ia dikenal memiliki pengaruh kuat dalam isu keamanan sosial dan pencegahan kejahatan,” tulis sejumlah laporan media Barat.
Sejak 2021, Zolghadr juga menjabat Sekretaris Dewan Kemaslahatan, lembaga penting dalam struktur politik Iran.
Jejak Politik Bagher Zolghadr
Perjalanan politik Mohammad Bagher Zolghadr tak bisa dilepaskan dari dinamika pascarevolusi Iran.
Zolghadr bergabung dengan Mojahedin of the Islamic Revolution Organization dan dikenal berada di faksi kanan, setelah sebelumnya aktif di kelompok gerilya Mansourun bersama sejumlah tokoh militer Iran.
“Ia disebut sebagai salah satu pendiri Ansar-e Hezbollah,” demikian laporan sejumlah media Iran.
Keterlibatan ini memperkuat posisinya sebagai figur berpengaruh dalam jaringan ideologis dan keamanan Iran.
Kariernya berlanjut ke ranah hukum dan peradilan.
Pada 2012, Zolghadr diangkat sebagai wakil kepala lembaga peradilan untuk urusan strategis, setelah sebelumnya menjadi penasihat Sadeq Larijani sejak 2010.
“Ia memainkan peran penting dalam kebijakan keamanan sosial dan penegakan hukum,” tulis laporan resmi pemerintah Iran.
Sisi Lain Bagher Zolghadr
Di kehidupan pribadi, Zolghadr menikah dengan Sedigheh Begum Hejazi, pejabat di organisasi kebudayaan Iran.
Lingkar keluarganya juga terhubung dengan diplomasi internasional melalui menantunya, Kazem Gharibabadi, yang pernah mewakili Iran di forum global seperti International Atomic Energy Agency.
Selain dikenal sebagai pejabat keamanan, Zolghadr juga aktif dalam dunia pemikiran.
Zolghadr menulis buku berjudul Qesse-ye Ghorbat-e Gharbi yang mengulas kritik terhadap masyarakat Barat dari sudut pandang ideologis.
“Buku ini mencerminkan pandangan kritis terhadap budaya Barat,” demikian isi ulasan karya tersebut.
Kiprah intelektual ini melengkapi profilnya sebagai tokoh yang berpengaruh di berbagai lini kekuasaan Iran.
Kontributor: Adam Ali