Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2026 | 09:59 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus
Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). [Reuters/Handout]
  • Pangeran MBS mendesak Trump melanjutkan tekanan militer ke Iran demi peluang bersejarah kawasan.

  • Arab Saudi khawatir Iran menjadi negara gagal yang mengancam keamanan stabilitas energi mereka.

  • Kerajaan Saudi secara resmi tetap mengutamakan pembelaan diri dan solusi damai atas konflik.

Suara.com - Dinamika perang di kawasan Timur Tengah kini sedang berada di titik didih yang sangat krusial.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dikabarkan melihat sebuah momentum yang sangat besar saat ini.

Pemimpin de facto tersebut menilai situasi sekarang sebagai sebuah peluang bersejarah untuk mengubah tatanan kawasan.

MBS kabarnya telah memberikan dorongan kuat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait masalah ini.

Dorongan tersebut berkaitan dengan kelanjutan tindakan militer terhadap rezim yang berkuasa di Teheran saat ini.

Visi Besar Perubahan Timur Tengah

Langkah militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dipandang sebagai kunci pembuka gerbang perubahan tersebut.

Informasi ini mencuat dari laporan sejumlah pihak yang mendapatkan pengarahan langsung dari pejabat Amerika.

Percakapan antara kedua pemimpin dunia tersebut mengungkapkan ambisi besar untuk menekan pemerintahan garis keras Iran.

“Pangeran Mohammed bin Salman telah menyampaikan kepada Trump bahwa ia harus terus menekan untuk menghancurkan pemerintahan garis keras Iran,” kata orang-orang yang mengetahui percakapan tersebut.

Pihak-pihak yang memahami diskusi tersebut menyatakan bahwa MBS melihat Iran sebagai ancaman yang sangat nyata.

Ancaman Jangka Panjang di Teluk

Ancaman tersebut bersifat jangka panjang bagi negara-negara yang berada di kawasan Teluk yang strategis.

Satu-satunya solusi yang dianggap efektif adalah dengan menyingkirkan pemerintahan yang sedang berkuasa di Iran.

Pandangan ini ternyata juga selaras dengan perspektif Perdana Menteri Israel yaitu Benjamin Netanyahu.

Netanyahu juga sepakat bahwa Iran merupakan duri dalam daging bagi stabilitas keamanan jangka panjang.

Namun terdapat perbedaan tipis mengenai dampak akhir dari keruntuhan negara Iran bagi kedua sekutu.

Perbedaan Dampak Keamanan Bagi Saudi

Para analis menilai Israel mungkin melihat kekacauan internal Iran sebagai sebuah kemenangan yang cukup manis.

Di sisi lain Arab Saudi justru merasa khawatir jika Iran menjadi negara gagal di masa depan.

Negara yang gagal di perbatasan mereka dianggap sebagai ancaman keamanan yang sangat serius dan langsung.

Kekhawatiran ini juga dirasakan oleh sejumlah pejabat senior di pemerintahan Saudi maupun Amerika Serikat sendiri.

Ada ketakutan jika konflik ini terus berlarut tanpa ada penyelesaian yang pasti dan cepat.

Risiko Serangan Terhadap Instalasi Minyak

Iran berpotensi melancarkan serangan balasan yang jauh lebih menghancurkan terhadap berbagai fasilitas minyak Saudi.

Amerika Serikat juga terancam terjebak dalam pusaran perang tanpa akhir di wilayah padang pasir.

Donald Trump sendiri menunjukkan sikap yang terkadang berubah-ubah dalam menanggapi situasi panas di lapangan.

Terkadang Trump menyatakan perang bisa usai dengan cepat namun di saat lain ia memberi sinyal eskalasi.

Baru-baru ini Trump sempat mengunggah pernyataan melalui akun media sosial pribadinya mengenai proses komunikasi.

Klaim Percakapan Produktif dengan Teheran

Trump mengeklaim bahwa pemerintahannya telah melakukan percakapan produktif dengan pihak Iran secara tertutup dan intensif.

Tujuan dari komunikasi tersebut adalah untuk mencari penyelesaian total atas segala permusuhan yang terjadi.

Meski demikian pihak Iran dengan tegas membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington.

Konsekuensi dari peperangan ini memang sangat masif bagi stabilitas ekonomi nasional Arab Saudi sendiri.

Serangan pesawat nirawak dan rudal telah mengganggu stabilitas pasar minyak global secara signifikan sekali.

Respons Resmi Kerajaan Arab Saudi

Pemerintah Saudi membantah kabar bahwa Pangeran Mohammed bin Salman adalah pihak yang mendorong perpanjangan perang.

Pihak kerajaan merilis pernyataan resmi untuk mengklarifikasi posisi mereka dalam konflik bersenjata yang sedang terjadi.

“Kerajaan Arab Saudi selalu mendukung penyelesaian damai atas konflik ini, bahkan sebelum dimulai,” kata pemerintah Saudi dalam sebuah pernyataan.

Mereka juga menegaskan bahwa komunikasi dengan pemerintahan Donald Trump tetap berjalan sangat erat dan harmonis.

Komitmen Saudi untuk menjaga perdamaian di kawasan diklaim tidak akan pernah berubah sedikit pun juga.

Prioritas Pertahanan Diri Arab Saudi

Fokus utama kerajaan saat ini adalah melindungi kedaulatan rakyat dan seluruh infrastruktur sipil mereka.

“Keprihatinan utama kami saat ini adalah untuk membela diri dari serangan harian terhadap rakyat dan infrastruktur sipil kami,” tambah pemerintah Arab Saudi.

Pihak Saudi menilai Iran lebih memilih melakukan provokasi berbahaya daripada menempuh jalan diplomasi yang tulus.

“Iran telah memilih permainan berbahaya di ambang batas daripada solusi diplomatik yang serius. Ini merugikan setiap pemangku kepentingan yang terlibat, tetapi tidak ada yang lebih dirugikan daripada Iran sendiri,” imbuh pernyataan itu.

Sikap Iran tersebut dinilai merugikan banyak pihak yang berkepentingan di seluruh wilayah Timur Tengah.

Desakan Terhadap Infrastruktur Energi Iran

Trump terkadang terlihat ingin segera menyudahi keterlibatan militer dalam perang yang sangat melelahkan ini.

Namun Pangeran MBS berargumen bahwa menghentikan tekanan sekarang adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal.

MBS mendesak agar serangan difokuskan pada penghancuran infrastruktur energi milik pemerintah Teheran secara total.

Langkah ini bertujuan untuk melemahkan kekuatan finansial dan operasional rezim Iran dari dalam secara sistematis.

Dengan demikian pengaruh Iran di kawasan diharapkan dapat berkurang secara drastis dalam waktu singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:16 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terkini

Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara

Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:02 WIB

Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45 WIB

Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:39 WIB

Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara

Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:17 WIB

Satgas PRR Salurkan Rp1,9 T Hadirkan Ruang Kelas Nyaman di Wilayah Terdampak

Satgas PRR Salurkan Rp1,9 T Hadirkan Ruang Kelas Nyaman di Wilayah Terdampak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:13 WIB

Bantargebang Terancam Overload, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah Mulai Besok

Bantargebang Terancam Overload, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah Mulai Besok

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:53 WIB

Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk, Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online Internasional

Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk, Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online Internasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:48 WIB

Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN

Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:35 WIB

Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus

Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:30 WIB

Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park

Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:25 WIB