Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

Bernadette Sariyem

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03 WIB
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta warganya tidak mandi berlama-lama dan hanya mengecas HP pada siang hari, untuk menghemat energi. Korsel menyatakan siaga satu darurat ekonomi akibat perang yang dikobarkan AS serta Israel terhadap Iran. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Korea Selatan menetapkan siaga satu krisis energi dan ekonomi akibat perang AS-Israel versus Iran, mendesak penghematan energi masyarakat.
  • Presiden Lee Jae Myung meminta warga mempersingkat waktu mandi, dan mengeca ponsel pada siang hari saja.
  • Ketergantungan impor energi tinggi Korsel terancam karena gangguan Selat Hormuz, memicu pembatasan kendaraan sektor publik.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan menyatakan negaranya siaga satu krisis energi serta ekonomi akibat perang yang dikobarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Mereka juga mengharuskan warga untuk menghemat energi, termasuk jangan mandi berlama-lama.

Perdana Menteri Korsel Kim Min-seok resmi mengumumkan pembentukan dua tim ekonomi darurat pada hari Rabu (25/3), sebagai langkah antisipatif melindungi stabilitas ekonomi nasional dan mata pencaharian warga.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (26/3/2026), keputusan ini diambil menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas, yang mulai memberikan tekanan hebat pada pasar global dan rantai pasokan energi dunia.

Kim Min-seok menyatakan bahwa pemerintah akan segera mendirikan "Ruang Situasi Ekonomi Darurat" di Kantor Kepresidenan.

Selain itu, sebuah markas besar ekonomi darurat juga akan beroperasi secara langsung di bawah otoritas kantor Perdana Menteri.

Langkah cepat ini dilakukan karena ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus merembet ke berbagai sektor ekonomi internasional.

Dalam sebuah pengarahan resmi, Kim memperingatkan bahwa krisis ini berpotensi berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Ia menekankan pentingnya perencanaan proaktif agar dampak buruk terhadap ekonomi domestik dapat diminimalisir sedini mungkin.

"Sudah waktunya sekarang untuk meningkatkan sistem respons antisipatif pemerintah," ujar Kim Min-seok, saat memberikan rincian mengenai kesiapan menghadapi skenario terburuk yang mungkin terjadi.

baca juga

Instruksi pembentukan kerangka kerja darurat ini datang langsung dari Presiden Lee Jae Myung.

Presiden menginstruksikan aktivasi sistem yang mampu merespons guncangan ekonomi secara cepat, dan melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat dari lonjakan inflasi maupun kelangkaan sumber daya.

Nantinya, pertemuan ekonomi darurat tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Presiden akan bertindak sebagai "menara kontrol" sentral dalam pengambilan keputusan strategis.

Kerentanan Energi dan Gangguan Selat Hormuz

Korea Selatan berada dalam posisi yang cukup rentan di tengah konflik ini karena ketergantungan mereka yang sangat tinggi terhadap impor energi.

Sebagian besar pasokan minyak dan gas Seoul harus melewati Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang saat ini menjadi titik panas ketegangan militer.

Sejak awal Maret, jalur Selat Hormuz praktis terhambat. Padahal, sekitar 20 juta barel minyak biasanya melintas di sana setiap harinya.

Gangguan pada jalur ini telah menyebabkan biaya pengiriman melambung tinggi dan mendorong harga minyak global ke level yang mengkhawatirkan.

Untuk mengelola potensi kekurangan pasokan, pemerintah Korea Selatan mulai memperkenalkan langkah-langkah konservasi energi yang cukup ketat.

Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah penerapan sistem rotasi lima hari untuk kendaraan sektor publik berdasarkan nomor plat kendaraan.

Selain di sektor publik, pemerintah juga mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat luas untuk mengurangi penggunaan air dan listrik.

Itu termasuk mempersingkat waktu mandi, serta hanya membolehkan warga mengecas ponsel dan perangkat elektronik pada siang hari.

"Warga diimbau untuk mandi dalam durasi yang lebih singkat, serta mengisi daya perangkat elektronik hanya pada siang hari guna mengoptimalkan penggunaan energi matahari dan mengurangi beban jaringan listrik saat jam sibuk," perintah Presiden Lee Jae Myung.

Latar Belakang Konflik yang Kian Berdarah

Eskalasi di kawasan Timur Tengah ini bermula sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran tidak tinggal diam dan melakukan pembalasan dengan meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) serta rudal secara berulang, yang menargetkan wilayah Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Saling balas serangan ini telah menciptakan ketidakpastian besar yang mengguncang kepercayaan investor di seluruh dunia.

Dengan kondisi geopolitik yang masih sangat cair, Korea Selatan berupaya memastikan bahwa mesin ekonomi mereka tetap berjalan meskipun jalur pasokan utama terancam.

Seoul menyadari bahwa keterlambatan dalam merespons dinamika di Timur Tengah bisa berakibat fatal bagi pertumbuhan ekonomi nasional, yang sangat bergantung pada perdagangan luar negeri.

Langkah-langkah darurat ini diharapkan dapat menjadi bantalan bagi masyarakat Korea Selatan di tengah bayang-bayang krisis energi global yang dipicu oleh konfrontasi bersenjata di salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.

Pemerintah terus memantau situasi di Selat Hormuz detik demi detik, sambil mempersiapkan cadangan energi nasional jika blokade total benar-benar terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01 WIB

Konflik di Timur Tengah, Sekjen PBB: Perang Sudah di Luar Kendali

Konflik di Timur Tengah, Sekjen PBB: Perang Sudah di Luar Kendali

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:34 WIB

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB

Terkini

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

×