Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat

Arief Apriadi | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:48 WIB
Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat
Ilustrasi Donald Trump-Benjamin Netanyahu [Suara.com]
  • Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan ingin segera mengakhiri perang dengan Iran, namun PM Israel Benjamin Netanyahu justru memerintahkan serangan baru dalam 48 jam.
  • Terdapat perbedaan strategis, di mana AS ingin Selat Hormuz segera dibuka untuk pasokan energi, sementara Israel ingin menghancurkan total fasilitas nuklir Iran.
  • Klaim Trump terkait kesepakatan damai 15 poin dibantah keras oleh militer Iran yang menyebut hal tersebut hanyalah upaya AS menutupi kegagalan mereka di medan perang.

Suara.com - Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mulai merenggang di tengah memanasnya eskalasi Perang Iran.

Perbedaan sikap ini muncul setelah Washington mulai mengintensifkan pesan diplomasi untuk segera mengakhiri konflik demi menormalkan kembali arus lalu lintas energi global di Selat Hormuz.

Alih-alih sejalan dengan sekutu utamanya, Rezim Zionis justru mengambil langkah provokatif yang sangat berisiko memicu pertempuran destruktif berskala penuh.

Laporan terbaru dari media Turki, Haberler menyebutkan bahwa pemimpin Israel tersebut malah menghitung pasukannya untuk melancarkan serangan besar-besaran dalam kurun waktu 48 jam ke depan.

Instruksi militer mendadak ini terfokus pada satu tujuan utama, yakni menghancurkan industri persenjataan Teheran secara total hingga tak bersisa.

Keputusan yang kontradiktif ini semakin mempertegas adanya intimidasi secara strategis antara pemerintah di Tel Aviv dan Washington.

Ketika pemerintah AS mendesak pembukaan kembali jalur pelayaran minyak, Israel tetap berjanji ingin mematikan infrastruktur nuklir serta lawan militer secara permanen.

Sebelum instruksi serangan ini turun, pihak Washington sempat secara sepihak mengeklaim bahwa mereka telah mencapai kesepakatan 15 poin dengan tokoh-tokoh kunci di Teheran.

Klaim dari AS yang menyebut lawan telah bersedia menghentikan kepemilikan senjata nuklir itu langsung dibantah secara mentah-mentah oleh Kementerian Luar Negeri maupun pihak militer Iran.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya dari Korps Garda Revolusi Iran, Ibrahim Zulfiqari, secara terbuka memberikan balasan menohok atas klaim sepihak tersebut.

“Jangan mencoba menampilkan kegagalanmu sebagai sebuah kesepakatan. Orang-orang seperti kami tidak akan pernah bisa berkompromi dengan orang-orang sepertimu. Baik sekarang maupun nanti," kata Khatam al-Anbiya.

Di sisi lain, media lokal Israel juga sempat melaporkan bahwa skenario tercapainya kesepakatan cepat antara AS dan Iran telah membuat para pemimpin mereka terjaga di malam hari.

Mereka sangat khawatir bahwa penguatan perang secara terburu-buru sebelum syarat-syaratnya ditentukan secara jelas justru akan membuat pihak lawan berada di atas angin.

Rangkaian konflik mematikan ini sendiri mulai meledak ketika pasukan gabungan AS dan Israel melancarkan invasi udara pada tanggal 28 Februari lalu di tengah proses negosiasi.

Operasi yang memasang mantan pemimpin spiritual Ali Khamenei itu langsung memicu balasan rentetan rudal ke berbagai pangkalan militer AS di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas

Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:32 WIB

Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully

Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:09 WIB

Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz

Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:46 WIB

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:36 WIB

AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas

Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:32 WIB

Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully

Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:09 WIB

KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama

KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:09 WIB

Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026

Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:04 WIB

Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz

Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:46 WIB

AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:27 WIB

Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen

Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:21 WIB

Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz

Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:15 WIB

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:08 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:35 WIB