Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:11 WIB
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
Ilustrasi seorang nenek membeli popok di toko (Freepik/freepik)

Suara.com - Sejak 25 tahun lalu setelah prediksi bahwa tempat pembuangan sampah komunal akan penuh pada tahun 2004, dua wilayah di Jepang Selatan, yakni Shibushi dan Osaki memutuskan untuk mengambil tindakan radikal dalam mengelola sampah. Hal tersebut tidak terkecuali pada produk popok sekali pakai.

Mengutip laporan dari phys.org, saat ini teknologi daur ulang popok sekali pakai tengah diuji untuk mengatasi penumpukan limbah di tempat pembuangan akhir.

Program percontohan yang dipelopori oleh perusahaan Unicharm ini bertujuan mengubah bahan utama dari popok kotor menjadi bahan baku popok baru.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan lahan pembuangan sampah dan perubahan demografi di Jepang, di mana penggunaan popok dewasa kini telah melampaui penggunaan popok bayi.

Terjadi Peningkatan Volume Sampah

Berdasarkan data dari Japan Hygiene Products Industry Association, pada tahun 2024, negara tersebut memproduksi sekitar 9,6 miliar popok dewasa dan pembalut inkontinensia.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan produksi popok bayi yang berjumlah delapan miliar unit. Kelompok tersebut memprediksi bahwa pada tahun 2030, jumlah sampah popok kotor akan mencapai 2,6 juta ton per tahun, naik dari 2,2 ton pada tahun 2020.

Secara bobot beratnya, presentase popok kotor dalam total sampah di Jepang diperkirakan meningkat menjadi 7,1% pada tahun 2030 yang awalnya di angka 5,2 persen pada tahun 2020. Kondisi ini menjadi tantangan besar mengingat tingkat daur ulang sampah kota di Jepang masih berada di bawah 20 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Jerman (67 persen), Inggris (44 persen), dan Amerika Serikat (32 persen).

Mekanisme Daur Ulang dan Inovasi Teknologi

Wilayah Shibushi dan Osaki dikenal memiliki tingkat daur ulang sampah rumah tangga sebesar 80 persen. Di bawah program ini, warga diwajibkan mengumpulkan popok kotor dalam kantong sampah khusus yang ditandai dengan nama mereka.

Proses pengolahan dimulai dengan pencacahan dan pencucian popok kotor untuk memisahkan komponen utamanya, yaitu bubur kertas, plastik, dan polimer super-penyerap (SAP). Unicharm menggunakan teknologi perlakuan ozon khusus untuk proses sterilisasi, pemutihan, serta penghilangan bau pada bubur kertas.

Meskipun saat ini plastik dan polimer hasil ekstraksi baru digunakan untuk produk dengan standar sanitasi yang lebih rendah (kertas toilet), perusahaan menargetkan untuk mampu mendaur ulang seluruh komponen tersebut menjadi popok baru sepenuhnya pada tahun 2028.

Target Jangka Panjang

Saat ini, produk popok hasil daur ulang sudah tersedia di beberapa toko lokal dengan harga sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan produk berbahan baku baru. Selain dijual secara retail, produk ini juga didistribusikan ke pusat penitipan anak dan fasilitas perawatan lansia tertentu.

Pemerintah Jepang menargetkan setidaknya 100 kota dari total 1.700 kotamadya untuk mulai menerapkan atau setidaknya mendiskusikan sistem daur ulang popok pada tahun 2030. Sementara itu, Unicharm berambisi untuk menjalin kerja sama dengan 20 kotamadya pada tahun 2035 guna memperluas jangkauan inisiatif ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi

Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:59 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:04 WIB

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB