Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Bernadette Sariyem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
Presiden Donald Trump saat berpidato dalam Konferensi Future Investment Initiative di Florida (kiri) dan pemimpin de facto Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Presiden Trump mengejek Putra Mahkota MBS pada Maret 2026, mengklaim MBS tunduk pada pengaruh Amerika Serikat.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konflik AS-Israel melawan Iran, di mana negara Teluk mendukung Washington.
  • Trump mengkritik keras NATO karena tidak membantu, menilai kontribusi negara Arab lebih besar daripada sekutu Eropa tersebut.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional, setelah ia dianggap merendahkan pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang notabebe adalah sekutu strategisnya.

Dikutip dari The Wire, Sabtu (28/3/2026), Trump mengejek Pangeran MBS dalam pidatonya di konferensi Future Investment Initiative di Florida.

Trump menyatakan, negara-negara Arab saat ini bekerja sama sangat erat dengan Washington dalam perang yang sedang berlangsung melawan Iran.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah cara Trump menggambarkan dinamika kekuasaan antara dirinya dan sang putra mahkota Arab Saudi.

Trump mengklaim bahwa MBS pada akhirnya benar-benar menyerah pada pengaruhnya.

“Dia tidak menyangka ini akan terjadi … dia tidak menyangka akan mencium pantat saya … dia pikir itu hanya akan menjadi presiden Amerika lainnya yang pecundang … tapi sekarang dia harus bersikap baik kepada saya,” ujar Trump saat menceritakan kembali apa yang ia sebut sebagai percakapan pribadinya dengan bangsawan Saudi tersebut mengenai kebangkitan AS di bawah kepemimpinannya.

Menurut penuturan Trump, MBS sendiri mengakui perubahan drastis posisi tawar Amerika Serikat di panggung dunia.

Trump menirukan ucapan sang Putra Mahkota: “Dia berkata, Anda tahu, ini luar biasa … setahun yang lalu, Anda adalah negara yang mati. Sekarang, Anda benar-benar negara paling panas di mana pun di dunia,” kenang Trump.

Meski menggunakan bahasa yang provokatif, Trump kemudian memberikan pujian tinggi kepada MBS, menyebutnya sebagai "seorang pria yang luar biasa" dan "seorang pejuang".

baca juga

Ia juga menambahkan bahwa kerajaan Saudi "sangat bangga" atas kepemimpinannya.

Aliansi Teluk di Tengah Gempuran Iran

Pernyataan ini muncul di tengah situasi regional yang sangat tidak stabil. Sejak 28 Februari, kampanye militer gabungan AS-Israel terhadap Iran telah dimulai dengan serangan skala besar yang menargetkan infrastruktur militer dan nuklir Teheran.

Iran merespons dengan memperluas konflik, meluncurkan serangan rudal dan drone tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Trump menegaskan, dalam konflik ini, Arab Saudi dan mitra Teluk lainnya telah berdiri teguh di samping Amerika Serikat.

“Arab Saudi bertempur, Qatar bertempur, UEA bertempur, Bahrain bertempur, dan Kuwait bertempur,” katanya.

Ia menekankan loyalitas mereka dengan menambahkan bahwa mereka “bersama kita … mereka bersama kita”.

Menariknya, meskipun Trump menggambarkan negara-negara ini sebagai mitra aktif, secara resmi negara-negara Teluk tetap menunjukkan sikap hati-hati di depan publik.

Mereka khawatir akan risiko pembalasan langsung dari Iran dan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama gangguan pada infrastruktur energi dan Selat Hormuz.

Namun, laporan media menunjukkan bahwa di balik layar, UEA dan Arab Saudi mungkin mendorong Trump untuk terus melumpuhkan kemampuan militer Iran.

Kritik Keras Terhadap NATO

Dalam kesempatan yang sama, Trump secara tajam membandingkan kontribusi negara-negara Teluk dengan sekutu tradisional AS di Eropa. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap NATO yang dianggapnya pasif dalam konflik terbaru ini.

“Kami sangat kecewa … dengan NATO. Mereka tidak datang membantu kami,” cetusnya.

Ia menilai bahwa negara-negara Arab telah berbuat lebih banyak "dalam segala kejujuran … lebih dari NATO".

Trump juga mengaitkan keselarasan politik ini dengan hubungan ekonomi yang kuat, menunjuk pada komitmen investasi Saudi dan kesepakatan pertahanan.

Ia juga mendesak Riyadh untuk segera bergabung dalam Abraham Accords guna memperkuat stabilitas regional.

“Sekarang saatnya … kita sekarang telah mengeluarkan mereka … kita harus masuk ke dalam Abraham Accords,” tegasnya.

Ambisi Menjadi Tokoh Perdamaian Dunia

Menutup pidatonya, Trump mengungkapkan ambisinya untuk dikenang sebagai "pembawa damai yang hebat".

Ia mengklaim bahwa dirinya telah "menyelesaikan delapan perang" dan merasa layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Salah satu klaim yang ia ulangi adalah intervensinya dalam meredakan ketegangan antara dua kekuatan nuklir Asia Selatan.

“Saya bahkan menghentikan India dan Pakistan … mereka sedang bertikai … Saya berkata, jika Anda terus berperang, saya akan mengenakan tarif 250 persen pada masing-masing … 'baiklah, kami tidak akan berperang lagi',” pungkas Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:32 WIB

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB

Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?

Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:56 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×