Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB
Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang
Paus Leo pada Minggu Palma (29/3/2026) mengatakan Tuhan menolak doa pemimpin pengobar perang dan yang tangannya berlumuran darah dalam kotbah yang diyakini mengkritik para pemimpin Amerika Serikat termasuk Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. [X/Pontifex]
  • Paus Leo pada Minggu Palma di Vatikan mengkritik para pemimpin AS dan Israel memerangi Iran.
  • Paus menekankan bahwa Yesus menolak kekerasan dan tidak akan mendengarkan doa mereka yang tangannya berlumuran darah.
  • Polisi Israel melarang Kardinal Pizzaballa memimpin Misa Palma di Yerusalem, memicu kecaman dari sejumlah pemimpin dunia.

Suara.com - Paus Leo mengatakan Tuhan menolak doa para pemimpin yang mengobarkan Prang dan yang tangannya berlumuran darah. Hal itu dikatakan pemimpin umat Katolik sedunia itu saat berkotbah dalam Misa Minggu Palma (29/3/2026) di Vatikan.

Kotbah itu disampaikan Paus Leo, paus pertama asal Amerika Serikat, ketika Trump dan Israel sedang mengobarkan perang di Iran. Selain itu belum lama ini Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga berdoa di depan publik memohon agar Tuhan memberikan penderitaan untuk para musuh yang layak menerimanya.

"Ini Tuhan kita: Yesus sang Raja Damai yang menolak perang, Dia yang tak bisa digunakan untuk melegalkan perang," kata Paus Leo dalam kotbahnya dalam misa yang dihadiri ribuan orang di Lapangan St Petrus, Vatikan.

"Ia tak mendengar dan menolak doa dari mereka yang mengobarkan perang," tegas Paus.

"Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah," lanjut Paus Leo mengutip Kitab Yesaya.

Dalam kotbah yang sama Paus juga mengutip ayat dalam Injil yang menceritakan saat Yesus memarahi para muridnya yang mencabut pedang untuk mengusir tentara yang akan datang untuk menangkapnya.

Yesus, kata Paus Leo, tidak mempersenjatai dirinya.

"Ia menunjukkan wajah Allah yang lembut, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri, Yesus membiarkan dirinya dipaku di kayu salib," lanjut Paus yang sebelumnya berkali-kali mendesak agar perang di Timur Tengah dihentikan dan diselesaikan dengan dialog.

Kotbah Paus itu disampaikan ketika para pemimpin Amerika Serikat semakin sering memamerkan dan menonjolkan "kesalehan" mereka di depan publik. Hegseth, yang ngotot menyebut Kementerian Pertahanan AS sebagai Kementerian Perang, pada pekan lalu memicu kontroversi karena menutup pidatonya dengan doa.

"Biarlah setiap peluru mengenai sasarannya demi melawan musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung. Berikanlah mereka hikmat dalam setiap keputusan, ketabahan menghadapi cobaan yang menghadang, persatuan yang tak tergoyahkan, serta kedahsyatan aksi yang menghancurkan terhadap mereka yang tidak layak menerima belas kasihan," doa Hegseth.

Hegseth sendiri adalah jemaat gereja evangelis di AS yang pendirinya merupakan seorang tokoh nasionalis Kristen.

Hegseth sendiri sudah digugat oleh Americans United for Separation of Church and State, sebuah organisasi nonprofit di AS yang memperjuangkan pemisahan antara negara dan agama di AS. Gugatan itu dilayangkan karena Hegseth menggelar doa bulanan di Pentagon untuk mendukung perang di Iran.

Minggu Palma adalah permulaan Pekan Suci dalam tradisi Katolik. Pada Minggu Palma umat memperingati kedatangan Yesus di Yerusalem, sebelum ia menggelar perjamuan terakhirnya pada Kamis Putih, disalib dan mati pada Jumat Agung dan bangkit pada Minggu Paskah - perayaan paling penting dalam Katolik.

Tetapi pada Minggu Palma kemarin polisi Israel juga melarang Kardinal Pierbattista Pizzaballa, uskup dan pemimpin Gereja Katolik yang membawahi Palestina dan Israel, untuk merayakan Misa di Gereja Makam Kudus di Yerusalem.

Kardinal Pierbattista Pizzaballa dihadang dan diusir bersama beberapa rekannya saat sedang menuju gereja tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 06:53 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Terkini

Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi

Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:18 WIB

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:05 WIB

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:51 WIB

Prabowo Sempat Berbincang dengan Dasco Sebelum Pergi Menemui Kaisar dan PM Jepang

Prabowo Sempat Berbincang dengan Dasco Sebelum Pergi Menemui Kaisar dan PM Jepang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:50 WIB

BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Awal April

BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Awal April

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB

Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:31 WIB

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB

Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif

Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:35 WIB

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB