Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:32 WIB
Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump
Demo "No Kings" tuntut Donald Trump Mundur pada Minggu (29/3/2026 -untuk waktu WIB) [X/Jon Cooper]

Suara.com - Beberapa hari terakhir, berbagai kota besar di Amerika Serikat hingga mancanegara diramaikan oleh gelombang demonstrasi besar-besaran.

Mengusung slogan "No Kings" (Tidak Ada Raja), jutaan warga turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan sebuah mobilisasi nasional yang menyoroti pergeseran gaya kepemimpinan di AS yang dinilai semakin menjauh dari nilai demokrasi.

Apa Sebenarnya Arti "No Kings"?

Secara harfiah, "No Kings" berarti "Tidak Ada Raja". Istilah ini digunakan sebagai pengingat bahwa Amerika Serikat didirikan sebagai negara republik yang dipimpin oleh presiden pilihan rakyat, bukan oleh seorang raja, diktator, atau tiran yang memiliki kekuasaan mutlak.

Gerakan ini pertama kali mencuat pada Juni 2025 sebagai bentuk perlawanan damai. Para demonstran merasa bahwa tindakan Donald Trump selama menjabat lebih mencerminkan perilaku seorang penguasa otoriter ketimbang pemimpin demokratis.

Slogan ini menegaskan bahwa di tanah Amerika, tidak ada takhta maupun mahkota, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.

Mengapa Rakyat Amerika Marah?

Kegerahan publik yang memicu gerakan "No Kings" bermula dari akumulasi berbagai kebijakan kontroversial. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan para aktivis meliputi:

  1. Isu Imigrasi dan Kemanusiaan: Tindakan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang melakukan penangkapan dan penahanan warga sipil serta keluarga imigran tanpa surat perintah dinilai melanggar hak asasi manusia.
  2. Krisis Biaya Hidup: Di tengah inflasi yang mencekik, kebijakan ekonomi pemerintah dianggap lebih menguntungkan kelompok elite miliarder sementara layanan kesehatan dan pendidikan bagi rakyat kecil terus merosot.
  3. Kebijakan Luar Negeri dan Perang: Pengalokasian miliaran dolar dari pajak warga untuk serangan rudal di luar negeri dan keterlibatan dalam konflik bersenjata di Iran memicu kecaman luas. Masyarakat menuntut anggaran tersebut dialihkan untuk kesejahteraan domestik.
  4. Manipulasi Politik: Tuduhan mengenai manipulasi peta pemilihan umum (gerrymandering) untuk membungkam suara pemilih serta ancaman pengambilalihan proses pemilu dianggap sebagai serangan langsung terhadap konstitusi.

Koalisi Aktivis dan Komitmen Damai

Gerakan "No Kings" digerakkan oleh koalisi aktivis progresif yang sangat menekankan prinsip aksi tanpa kekerasan.

Meskipun melibatkan jutaan orang di lebih dari 3.000 titik aksi, termasuk di Kanada dan Meksiko, para peserta diarahkan untuk tetap mematuhi hukum.

Salah satu aturan ketat dalam aksi ini adalah larangan membawa senjata jenis apa pun, meskipun secara hukum diizinkan.

Tujuannya adalah untuk meredakan potensi konfrontasi dan menunjukkan bahwa kekuatan rakyat terletak pada persatuan suara, bukan pada kekerasan fisik.

6 Tuntutan Utama Gerakan "No Kings"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB

Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:12 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump

Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global

Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Ferdy Sambo Lulus S2 di Lapas, Apakah Semua Narapidana Punya Hak yang Sama?

Ferdy Sambo Lulus S2 di Lapas, Apakah Semua Narapidana Punya Hak yang Sama?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:02 WIB

Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:50 WIB

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:34 WIB

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:27 WIB

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:19 WIB

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:47 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:44 WIB

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:11 WIB

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:06 WIB

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:45 WIB