Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar

Muhammad Yasir

Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB
Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar
Polres Metro Jakarta Barat menangkap dua warga negara asing asal Liberia terkait kasus penipuan modus black dollar di apartemen kawasan Meruya, Kembangan, Rabu (18/3/2026). [Istimewa]
baca 10 detik
  • Komplotan tiga warga Liberia menipu WN Korea Selatan di Meruya dengan modus black dollar, merugikan korban Rp1,6 miliar.
  • Cairan "ajaib" yang diklaim mengubah kertas hitam menjadi dolar asli ternyata hanya campuran air biasa dan detergen.
  • Korban terjerat mulai Agustus 2025 setelah tersangka mendemonstrasikan hasil pencucian kertas hitam menjadi uang dolar asli.

Suara.com - Kedok penipuan berskala internasional dengan modus black dollar atau dolar hitam di wilayah Meruya, Jakarta Barat, akhirnya terbongkar.

Ironisnya, cairan "ajaib" yang diklaim para pelaku mampu mengubah kertas hitam menjadi lembaran dolar asli hanyalah campuran air biasa dan detergen.

Aksi tipu-tipu ini dilakukan oleh tiga pria asal Liberia terhadap seorang warga negara Korea Selatan bernama Lee Byung Ok. Akibat tergiur investasi palsu ini, korban harus menelan kerugian fantastis hingga mencapai Rp1,6 miliar.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol R Dwi Kennardi mengungkapkan fakta mencengangkan tersebut setelah melakukan pengecekan terhadap cairan kimia yang dijual pelaku dengan harga ribuan dolar Amerika Serikat (AS) tersebut kepada korban.

"Jadi, setelah kita lakukan pengecekan, cairan khusus tersebut adalah air putih biasa dicampur dengan detergen," ungkap Kennardi dikutip dari ANTARA, Selasa (31/3/2026).

Kennardi menjelaskan bahwa komplotan ini menggunakan teknik psikologi untuk menjerat korban.

Mereka meyakinkan Lee bahwa tumpukan kertas hitam yang mereka bawa adalah uang dolar asli yang sengaja disamarkan agar lolos dari pemeriksaan Bea Cukai.

"Terlapor menyampaikan dengan tipu muslihatnya bahwa cairan tersebut adalah cairan khusus untuk melunturkan black dollar tersebut atau uang hitam tersebut supaya menjadi dolar asli," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah membekuk dua tersangka berinisial IDK dan SDT. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

baca juga

Jerat Kepercayaan di Meja Makan

Aksi kriminal ini bermula pada Agustus 2025. Pertemuan pertama terjadi di sebuah mal di Jakarta.

Untuk memancing rasa penasaran korban, tersangka SDT saat itu menawarkan investasi black dollar di sebuah hotel. Mereka memperlihatkan satu gepok uang asli senilai 50 dolar AS sebagai pancingan.

Strategi mereka berlanjut dengan menunjukkan tumpukan kertas hitam senilai 3.300 dolar AS.

Di depan mata korban, tersangka melakukan demonstrasi "mencuci" sebagian kertas tersebut menggunakan cairan khusus. Hasilnya, muncul rupa uang asli senilai 300 dolar AS.

Korban yang belum curiga kemudian membawa uang hasil cucian itu ke money changer. Saat dikonfirmasi bahwa uang tersebut asli, Lee pun masuk ke dalam jebakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta

Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:22 WIB

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:58 WIB

Gak Pandang Bulu! Sudinhub Jakbar Angkut Paksa Mobil Towing Polisi yang Parkir Sembarangan

Gak Pandang Bulu! Sudinhub Jakbar Angkut Paksa Mobil Towing Polisi yang Parkir Sembarangan

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:33 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×