- Program Kampung Nelayan Merah Putih menciptakan diversifikasi pekerjaan dari dua menjadi dua belas jenis di wilayah pesisir Indonesia.
- Kepala KSP Muhammad Qodari menyatakan jumlah tenaga kerja di kawasan tersebut meningkat 47 persen pada tahun 2026.
- Pemerintah menargetkan ekspansi program ke 1.000 lokasi untuk memperkuat sistem ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh desa.
Suara.com - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di wilayah pesisir.
Tak sekadar membangun infrastruktur, program ini mampu mendorong diversifikasi pekerjaan masyarakat nelayan hingga meningkat drastis.
Program KNMP terbukti mampu memperluas jenis pekerjaan. Dari sebelumnya hanya 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan atau meningkat hingga 500 persen.
Ragam pekerjaan tersebut mencakup sektor pengolahan hasil laut, distribusi logistik, hingga usaha kuliner berbasis perikanan.
“Program KNMP membuka lapangan kerja baru secara signifikan. Jenis pekerjaan berkembang dari 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan, atau naik 500 persen, termasuk pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner,” kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Rabu (1/4/2026).
Tak hanya dari sisi jenis pekerjaan, peningkatan juga terjadi pada jumlah tenaga kerja yang terserap. Meningkat dari 120 orang menjadi 170 orang atau tumbuh sebesar 47 persen.
Hal ini memperlihatkan bahwa satu kawasan kampung nelayan kini mampu menopang kehidupan lebih banyak masyarakat.
“Yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” kata Qodari.
Program KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir. Transformasi ini mencakup penguatan sistem produksi, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya,” kata Qodari.
Dampak ekonomi yang dihasilkan pun mulai terasa. Hal ini ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat serta aktivitas produksi yang semakin berkembang. Program ini juga terbukti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di desa.
“Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” ujarnya.
Pembangunan KNMP Tahap I dimulai pada awal September 2025 di 65 desa atau kelurahan yang tersebar di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi. Sementara Tahap II dimulai pada Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi.
Pada 2026, pemerintah menargetkan ekspansi program ini hingga mencapai 1.000 lokasi kampung nelayan di seluruh Indonesia. Target ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi di sektor kelautan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa.