- KPK memperpanjang penahanan eks stafsus Menag, Ishfah Abidal Aziz, selama 40 hari guna melengkapi berkas penyidikan korupsi haji.
- Penyidik KPK akan memeriksa saksi dari pihak penyelenggara ibadah haji khusus di Jakarta serta beberapa daerah lainnya.
- Kasus korupsi kuota haji 2023-2024 juga menyeret mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas serta dua tersangka dari sektor swasta.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan memeriksa agen perjalanan atau travel agent penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) secara maraton pada pekan depan.
Pemeriksaan itu dilakukan sebagai rangkaian dari penyidikan kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023–2024.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan ini rencananya akan dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hingga di luar kota tempat agen perjalanan tersebut berada.
“Penyidik minggu depan juga akan mulai maraton melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, di antaranya para PIHK. Pemeriksaan dilakukan di Jakarta atau di Gedung Merah Putih KPK, dan juga di beberapa daerah lainnya bergantung dari lokasi para PIHK atau biro travel tersebut,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
Menurut Budi, pemeriksaan di daerah tempat travel agent ibadah haji dan umrah itu bertujuan untuk mengejar efektivitas.
“Tentunya dalam kesempatan ini KPK juga mengimbau kepada pihak-pihak yang nanti dipanggil dan dimintai keterangan agar kooperatif,” ujar Budi.
Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Kedua tersangka berasal dari sektor swasta, yakni Ismail Adham dan Asrul Aziz Taba.
Atas perbuatannya, Ismail dan Asrul disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
KPK sebelumnya telah melakukan penahanan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang diketahui menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023–2024.
“Pada hari ini, KPK melakukan penahanan terhadap tersangka saudara YCQ untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Maret 2026,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
“Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK,” tambah dia.
Kemudian, KPK juga menahan tersangka lainnya, yaitu mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, pada Selasa (17/3/2026).
Keduanya diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.