Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang

Pebriansyah Ariefana

Senin, 06 April 2026 | 08:05 WIB
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang
Donald Trump beri ultimatum 48 jam buka Selat Hormuz usai Iran serang Israel dan Kuwait.
baca 10 detik

Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel dan Kuwait.

Donald Trump mengancam hancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka segera.

Konflik dipicu gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan pada Februari lalu.

Suara.com - Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kini berada di titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.

Eskalasi militer meningkat tajam setelah Iran secara resmi melepaskan gelombang serangan udara masif.

Rudal dan pesawat nirawak milik Teheran menyasar wilayah kedaulatan Israel serta Kuwait pada Minggu waktu setempat.

Langkah ofensif ini menjadi puncak dari ketegangan yang terus terakumulasi dalam beberapa pekan terakhir.

Sistem pertahanan udara di kedua negara sasaran tersebut segera diaktifkan untuk menghalau ledakan.

Pertahanan Udara Israel dan Kuwait Bekerja Keras

Pihak otoritas Israel dan Kuwait mengonfirmasi bahwa teknologi pertahanan mereka berhasil mencegat serangan tersebut.

Meskipun demikian, dentuman keras di langit menciptakan kepanikan luar biasa bagi warga di wilayah terdampak.

Laporan dari kantor berita AFP menyebutkan bahwa hampir seluruh proyektil Iran berhasil dinetralkan sebelum jatuh.

baca juga

Ketegangan ini bermula saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada pihak Iran.

Trump menuntut adanya kesepakatan nuklir baru atau pembukaan jalur logistik vital di Selat Hormuz.

Latar Belakang Konflik Berdarah Februari 2026

Wilayah Teluk mulai membara sejak operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dilancarkan.

Serangan perdana yang dilakukan pada 28 Februari 2026 itu membawa dampak yang sangat mematikan.

Tercatat sebanyak 1.340 jiwa melayang akibat gempuran yang menargetkan titik-titik strategis di Iran tersebut.

Dunia internasional terkejut karena salah satu korban jiwa adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kehilangan sosok sentral tersebut memicu kemarahan besar dari rakyat dan militer Republik Islam Iran.

Pemblokiran Selat Hormuz dan Gejolak Ekonomi

Sebagai bentuk balasan atas agresi tersebut, Iran mengambil langkah drastis dengan memblokir total navigasi.

Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi minyak mentah global kini sepenuhnya berada dalam penutupan.

Dampaknya langsung terasa pada pasar energi internasional dengan kenaikan harga minyak yang sangat signifikan.

Negara-negara importir energi kini menghadapi krisis pasokan akibat terhentinya kapal tanker dari Teluk.

Donald Trump tidak tinggal diam melihat stabilitas ekonomi global yang mulai goyah akibat penutupan itu.

Ancaman Penghancuran Infrastruktur Listrik oleh Amerika

Gedung Putih memberikan batas waktu yang sangat sempit bagi Teheran untuk melunakkan sikap mereka.

Trump secara terbuka mengancam akan menghancurkan seluruh fasilitas pembangkit listrik di wilayah Iran tanpa sisa.

Ancaman ini akan dilaksanakan jika dalam 48 jam Selat Hormuz tetap tidak bisa dilewati.

Presiden Amerika Serikat tersebut menekankan bahwa kesabaran pihak sekutu sudah mencapai batas akhirnya saat ini.

"Waktu hampir habis - 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," ujarnya.

Respon Keras Iran Terhadap Ultimatum Amerika

Pemerintah Iran di Teheran segera memberikan tanggapan balik terhadap pernyataan provokatif dari Donald Trump.

Mereka dengan tegas menolak mentah-mentah tuntutan yang diajukan oleh pemimpin negara adidaya tersebut.

Pejabat Iran menilai bahwa gertakan Amerika tersebut hanyalah bentuk ekspresi dari rasa frustasi semata.

Pihak Teheran melihat bahwa ancaman serangan ke pembangkit listrik adalah tindakan yang tidak berdaya.

Narasi yang dibangun oleh Iran adalah bahwa Washington sedang berada dalam kondisi mental yang gugup.

Ketidakpastian Masa Depan Keamanan Global

Hingga kini militer Iran tetap dalam posisi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan invasi lanjutan.

Dunia internasional sedang menanti apakah negosiasi masih mungkin dilakukan dalam sisa waktu yang tersedia.

Jika Selat Hormuz tetap tertutup, maka ancaman "neraka" dari Trump berpotensi menjadi kenyataan pahit.

Seluruh mata dunia kini tertuju pada perbatasan Iran untuk melihat langkah apa yang diambil.

Situasi ini diprediksi akan mengubah peta geopolitik di wilayah Timur Tengah secara permanen dan total.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?

Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 16:21 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Film Komedi Warga Rusun 609

5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Film Komedi Warga Rusun 609

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Tertangkap Basah Maling di Pesawat Rute TaipeiJakarta, WNA China Ditolak Masuk Bandara Soetta

Tertangkap Basah Maling di Pesawat Rute TaipeiJakarta, WNA China Ditolak Masuk Bandara Soetta

Banten | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI

Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Dekonstruksi Road Trip Kriminal yang Segar dan Nyeleneh dalam Film Idiots

Dekonstruksi Road Trip Kriminal yang Segar dan Nyeleneh dalam Film Idiots

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Operasi SAR Diperpanjang Fleksibel, 55 Korban Masih Dicari

Operasi SAR Diperpanjang Fleksibel, 55 Korban Masih Dicari

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Berapa Minimal SPF untuk Sunscreen agar Flek Hitam Memudar? Ini 5 Produk Lokal Terfavorit

Berapa Minimal SPF untuk Sunscreen agar Flek Hitam Memudar? Ini 5 Produk Lokal Terfavorit

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Uang Rumah Tangga Jadi Lebih Hemat dengan Promo Tagihan Listrik BRImo

Uang Rumah Tangga Jadi Lebih Hemat dengan Promo Tagihan Listrik BRImo

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Tunggu Tanda Tangan Gubernur Jabar, Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Tertunda Lagi

Tunggu Tanda Tangan Gubernur Jabar, Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Tertunda Lagi

Bogor | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Sinopsis King of Comedy, Dracin Yang Chao Yue dan Jiang Long di iQiyi

Sinopsis King of Comedy, Dracin Yang Chao Yue dan Jiang Long di iQiyi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Menlu Diganti, Pengamat Soroti Diplomasi Indonesia Era Sebelumnya

Menlu Diganti, Pengamat Soroti Diplomasi Indonesia Era Sebelumnya

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:44 WIB

×