Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
Eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak serius terhadap rantai pasok industri di Indonesia. Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah sulfur (belerang). Desain Gemini AI.
baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah ancam 75% impor sulfur RI, bahan baku vital pupuk & nikel.
  • Gangguan Selat Hormuz picu lonjakan biaya logistik dan harga sulfur hingga 200%.
  • Industri baterai EV (HPAL) berisiko terhenti akibat putusnya pasokan sulfur.

Suara.com - Eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak serius terhadap rantai pasok industri di Indonesia.

Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah sulfur (belerang), bahan baku vital yang 75% kebutuhan nasionalnya masih bergantung pada impor dari wilayah Teluk Persia.

Gangguan pada jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz menyebabkan keterlambatan pengiriman dan lonjakan biaya logistik (freight), yang memicu kekhawatiran bagi sektor pupuk dan hilirisasi mineral di tanah air.

PT Petrokimia Gresik, salah satu konsumen sulfur terbesar di Indonesia untuk produksi pupuk fosfat dan ZA, menyatakan terus memantau situasi dengan ketat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia. Pasalnya, sekitar 33% perdagangan sulfur dunia atau 20 juta ton per tahun berasal dari kawasan Teluk Persia.

"Indonesia sendiri masih mengimpor lebih dari 75% kebutuhan sulfurnya dari sana. Konflik geopolitik tentu mengancam jalur logistik dan stabilitas harga," ujar Daconi dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali beberapa waktu lalu.

Menurut Daconi, kebutuhan asam sulfat nasional kini melonjak hingga 19 juta ton per tahun. Sektor pupuk dan hilirisasi mineral terutama nikel menjadi motor utama permintaan tersebut. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta permintaan sulfur global.

Menghadapi tantangan global, dirinya mengaku telah mencari alternatif pemasok sulfur di luar kawasan yang berkonflik, demi menjamin stabilitas harga dan kepastian stok bahan baku dan memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi domestik.

Daconi juga menyoroti tren baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Proses high-pressure acid leaching (HPAL) pada tambang nikel membutuhkan asam sulfat dalam jumlah jumbo. Pertumbuhan industri EV inilah yang membuat sulfur kian menjadi komoditas "seksi" dan strategis.

baca juga

PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sebagai salah satu pemain utama nikel, mengakui pentingnya stabilitas pasokan bahan penolong ini.

“Iya. Memang saat ini kita juga mengkonsumsi sulfur itu banyak dari Middle East ya. Tanpa adanya peristiwa yang saat saat ini terjadi di daerah teluk itu pun, harga sulfur itu sudah sangat luar biasa naiknya lebih dari 200%,” kata Budiawansyah kepada awak media.

Disisi lain Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, dalam forum Argus Fertilizer Asia Conference 2026 mengatakan tingginya ketergantungan akan pasokan sulfur dari Timur Tengah kini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi struktur biaya hingga arus perdagangan nikel global.

Kondisi tersebut, menurut Meidy, berdampak signifikan terhadap industri nikel, khususnya pada fasilitas pengolahan HPAL yang sangat bergantung pada sulfur sebagai bahan baku utama dalam proses produksi.

"Dengan 80% bergantung pada suplai Timur Tengah dan 45% perdagangan global melewati satu chokepoint, sulfur kini secara langsung membentuk struktur biaya, arus perdagangan, dan penetapan harga,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengkaji langkah-langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah sumber impor. Langkah yang disiapkan antara lain mendorong optimalisasi sulfur domestik dari hasil sampingan penyulingan minyak bumi (RU) milik Pertamina, meskipun secara volume saat ini belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan industri nasional yang terus tumbuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 18:05 WIB

Terkini

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:35 WIB

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:53 WIB

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:52 WIB

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:43 WIB

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB

Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan

Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:27 WIB

Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik

Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:27 WIB

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24 WIB

Bank Raya Genjot Transaksi Digital, Digital Saving Melonjak Jadi Rp3 Triliun

Bank Raya Genjot Transaksi Digital, Digital Saving Melonjak Jadi Rp3 Triliun

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:21 WIB

Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng

Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:20 WIB

×