Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
Eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak serius terhadap rantai pasok industri di Indonesia. Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah sulfur (belerang). Desain Gemini AI.
baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah ancam 75% impor sulfur RI, bahan baku vital pupuk & nikel.
  • Gangguan Selat Hormuz picu lonjakan biaya logistik dan harga sulfur hingga 200%.
  • Industri baterai EV (HPAL) berisiko terhenti akibat putusnya pasokan sulfur.

Suara.com - Eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak serius terhadap rantai pasok industri di Indonesia.

Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah sulfur (belerang), bahan baku vital yang 75% kebutuhan nasionalnya masih bergantung pada impor dari wilayah Teluk Persia.

Gangguan pada jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz menyebabkan keterlambatan pengiriman dan lonjakan biaya logistik (freight), yang memicu kekhawatiran bagi sektor pupuk dan hilirisasi mineral di tanah air.

PT Petrokimia Gresik, salah satu konsumen sulfur terbesar di Indonesia untuk produksi pupuk fosfat dan ZA, menyatakan terus memantau situasi dengan ketat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia. Pasalnya, sekitar 33% perdagangan sulfur dunia atau 20 juta ton per tahun berasal dari kawasan Teluk Persia.

"Indonesia sendiri masih mengimpor lebih dari 75% kebutuhan sulfurnya dari sana. Konflik geopolitik tentu mengancam jalur logistik dan stabilitas harga," ujar Daconi dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali beberapa waktu lalu.

Menurut Daconi, kebutuhan asam sulfat nasional kini melonjak hingga 19 juta ton per tahun. Sektor pupuk dan hilirisasi mineral terutama nikel menjadi motor utama permintaan tersebut. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta permintaan sulfur global.

Menghadapi tantangan global, dirinya mengaku telah mencari alternatif pemasok sulfur di luar kawasan yang berkonflik, demi menjamin stabilitas harga dan kepastian stok bahan baku dan memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi domestik.

Daconi juga menyoroti tren baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Proses high-pressure acid leaching (HPAL) pada tambang nikel membutuhkan asam sulfat dalam jumlah jumbo. Pertumbuhan industri EV inilah yang membuat sulfur kian menjadi komoditas "seksi" dan strategis.

baca juga

PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sebagai salah satu pemain utama nikel, mengakui pentingnya stabilitas pasokan bahan penolong ini.

“Iya. Memang saat ini kita juga mengkonsumsi sulfur itu banyak dari Middle East ya. Tanpa adanya peristiwa yang saat saat ini terjadi di daerah teluk itu pun, harga sulfur itu sudah sangat luar biasa naiknya lebih dari 200%,” kata Budiawansyah kepada awak media.

Disisi lain Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, dalam forum Argus Fertilizer Asia Conference 2026 mengatakan tingginya ketergantungan akan pasokan sulfur dari Timur Tengah kini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi struktur biaya hingga arus perdagangan nikel global.

Kondisi tersebut, menurut Meidy, berdampak signifikan terhadap industri nikel, khususnya pada fasilitas pengolahan HPAL yang sangat bergantung pada sulfur sebagai bahan baku utama dalam proses produksi.

"Dengan 80% bergantung pada suplai Timur Tengah dan 45% perdagangan global melewati satu chokepoint, sulfur kini secara langsung membentuk struktur biaya, arus perdagangan, dan penetapan harga,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengkaji langkah-langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah sumber impor. Langkah yang disiapkan antara lain mendorong optimalisasi sulfur domestik dari hasil sampingan penyulingan minyak bumi (RU) milik Pertamina, meskipun secara volume saat ini belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan industri nasional yang terus tumbuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU

Lampung | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:28 WIB

×