Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB
Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri
Ilustrasi Tumpukan Limbah ( Pexels/Mumtahina Tanni )

Suara.com - Indonesia kian terseret dalam praktik waste colonialism—sebuah pola lama yang membuat negara berkembang menanggung beban limbah dari negara maju. Di tengah lemahnya regulasi dan sistem pengelolaan sampah yang belum optimal, Indonesia bukan lagi sekadar jalur perdagangan, melainkan tujuan pembuangan.

Istilah waste colonialism sendiri sudah muncul sejak 1898, dan menguat pada 1980-an ketika perdagangan limbah global berkembang sebagai cara murah untuk mengurangi biaya daur ulang di negara maju. Dalam praktiknya, pola ini memungkinkan gaya hidup konsumtif tetap berjalan di negara-negara kaya, sementara dampak lingkungannya dialihkan ke negara lain.

Laporan Dialogue Earth (2/4/2026) menyebut, perdagangan limbah global tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga mencerminkan ketimpangan relasi antarnegara. Negara maju “mengekspor polusi”, sementara negara berkembang menanggung konsekuensinya.

Dalih yang kerap digunakan adalah penciptaan lapangan kerja. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Menurut Ecoton, banyak negara pengimpor limbah hanya memiliki sistem daur ulang dasar, sehingga tidak mampu mengelola volume dan kompleksitas limbah yang masuk.

Indonesia dalam Pusaran Limbah Global

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Aktivis dari Environmental Justice Foundation, Punyathorn Jeungsmarn, menilai lemahnya regulasi menjadi pintu masuk praktik ini.

“Mereka mengekspor polusi ke negara-negara Asia Tenggara, karena kita memiliki regulasi dan kontrol yang lebih sedikit karena konteks sejarah kita,” ujarnya kepada Dialogue Earth.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, impor limbah plastik Indonesia pada 2024 mencapai 262,9 ribu ton. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan volume impor limbah terbesar.

Lonjakan ini tidak berdiri sendiri. Lemahnya penegakan hukum dan terbatasnya kapasitas pengelolaan sampah memperparah situasi. Di sejumlah daerah, peningkatan volume limbah berujung pada praktik open dumping dan pembakaran ilegal—dua metode yang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan.

Pencemaran air, tanah, hingga udara menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Paparan zat beracun dari limbah juga meningkatkan risiko penyakit bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, para pemulung—yang berada di lapisan paling rentan dalam rantai ini—harus bekerja lebih keras dengan upah rendah, menghadapi limbah yang semakin kompleks dan berbahaya.

Gelombang Penolakan

Penolakan terhadap praktik ini mulai muncul di tingkat lokal. Pada 11 Juni 2024, sekelompok massa menggelar aksi di Konsulat Jenderal Australia di Surabaya dengan membawa pesan: “Sampahmu menenggelamkan kami.”

Aksi tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap praktik lintas negara yang dianggap tidak adil—di mana negara penghasil limbah justru tidak menanggung dampaknya.

Tanggung Jawab yang Tertunda

Ke depan, tekanan terhadap pemerintah Indonesia untuk memperketat regulasi dan memperbaiki sistem pengelolaan sampah diperkirakan akan terus meningkat. Namun, persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Godzilla El Nino 2026: Alarm Keras dari Bumi yang Mulai Hilang Keseimbangan

Godzilla El Nino 2026: Alarm Keras dari Bumi yang Mulai Hilang Keseimbangan

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 17:38 WIB

Limbah Makanan Menggunung, Ini Solusi Sederhana untuk Menguranginya

Limbah Makanan Menggunung, Ini Solusi Sederhana untuk Menguranginya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:05 WIB

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Teror Air Keras Menjamur, Abdullah PKB Desak Pemerintah Tertibkan Peredaran Bahan Berbahaya

Teror Air Keras Menjamur, Abdullah PKB Desak Pemerintah Tertibkan Peredaran Bahan Berbahaya

News | Senin, 06 April 2026 | 13:50 WIB

Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar

Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar

News | Senin, 06 April 2026 | 13:39 WIB

Amsal Sitepu Bebas, Ahmad Sahroni Ingatkan Nasib Terdakwa Lain: Kejagung Harus Bertindak

Amsal Sitepu Bebas, Ahmad Sahroni Ingatkan Nasib Terdakwa Lain: Kejagung Harus Bertindak

News | Senin, 06 April 2026 | 13:32 WIB

6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran

6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 13:31 WIB

Kasus TB RI Tembus 1 Juta, Wamenkes Ungkap 300 Ribu Belum Ditemukan

Kasus TB RI Tembus 1 Juta, Wamenkes Ungkap 300 Ribu Belum Ditemukan

News | Senin, 06 April 2026 | 13:27 WIB

Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget

Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget

News | Senin, 06 April 2026 | 13:24 WIB

Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran

Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 13:03 WIB

Jeritan Pemilik Warung Madura: Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Modal Makin Terkuras

Jeritan Pemilik Warung Madura: Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Modal Makin Terkuras

News | Senin, 06 April 2026 | 13:00 WIB

Soroti Laporan 'ABS' Pakai AI di JAKI, Anggota Komisi A DPRD DKI: Ini Alarm Bagi Pelayan Publik!

Soroti Laporan 'ABS' Pakai AI di JAKI, Anggota Komisi A DPRD DKI: Ini Alarm Bagi Pelayan Publik!

News | Senin, 06 April 2026 | 12:35 WIB

Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'

Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'

News | Senin, 06 April 2026 | 12:31 WIB