Amerika dan Israel menyerang Alborz Iran menyebabkan 18 warga sipil meninggal dunia.
Total korban jiwa konflik Iran mencapai ribuan orang menurut data terbaru dari HRANA.
Akses peliputan independen masih sangat terbatas di lokasi kejadian pengeboman Provinsi Alborz.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangan udara besar melanda wilayah Provinsi Alborz.
Operasi militer yang dilancarkan oleh pihak Amerika Serikat bersama Israel ini menyasar kawasan permukiman penduduk.
Insiden mematikan tersebut terjadi tepat pada hari Selasa (7/4) di lokasi yang berdekatan dengan pusat pemerintahan Iran.
Hantaman proyektil menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah di berbagai titik strategis kawasan Alborz.
Laporan terbaru mengonfirmasi adanya belasan nyawa yang melayang akibat peristiwa pengeboman dini hari tersebut.
Data Korban Jiwa Menurut Otoritas Lokal
Pemerintah setempat memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah masyarakat yang menjadi korban dalam serangan ini.
"Kematian 18 warga kami telah dikonfirmasi, termasuk dua anak kecil," ujar wakil gubernur Provinsi Alborz.
Kutipan tersebut diambil langsung dari laporan resmi situs peradilan Mizan Online serta kantor berita Fars.
Selain korban meninggal dunia, terdapat puluhan warga lainnya yang mengalami luka-luka cukup serius.
Tercatat sebanyak 24 orang sedang mendapatkan perawatan intensif pasca ledakan yang mengguncang permukiman mereka.
Kendala Verifikasi Data di Wilayah Konflik
Hingga saat ini otoritas pusat Iran masih belum mempublikasikan rincian total korban secara berkala.
Publik masih menunggu pembaruan data menyeluruh mengenai dampak kerusakan perang dalam beberapa hari terakhir.
Media internasional seperti AFP melaporkan adanya kesulitan besar dalam menjangkau titik koordinat lokasi serangan.