2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 13:58 WIB
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
Donald Trump (x)
baca 10 detik
  • Trump menangguhkan serangan ke Iran demi pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi di Islamabad.

  • Krisis ekonomi dan ancaman pemakzulan menjadi faktor utama Trump menyepakati gencatan senjata sementara.

  • Pasar global merespons positif dengan penurunan harga minyak mentah pasca pengumuman damai tersebut.

Suara.com - Keputusan besar diambil oleh Presiden Donald Trump dengan menghentikan sementara agresi militer terhadap fasilitas energi milik Iran.

Langkah penangguhan pemboman ini direncanakan berlangsung selama dua pekan ke depan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Kebijakan ini diambil dengan syarat ketat yakni pembukaan akses Selat Hormuz secara total dan tanpa penundaan oleh pihak Teheran.

Trump menilai dokumen usulan yang dikirimkan Iran melalui perantara Pakistan memiliki poin-poin yang bisa didiskusikan lebih lanjut.

Meskipun memberikan ruang dialog, Trump menegaskan bahwa draf yang ada saat ini masih memerlukan banyak perbaikan signifikan.

Ia memberikan peringatan keras akan adanya serangan udara yang jauh lebih masif jika kesepakatan final gagal dicapai.

Di sisi lain, pemerintah Iran justru menganggap perubahan sikap Washington ini sebagai sebuah kemenangan telak dalam sejarah mereka.

Teheran mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak memiliki pilihan selain mengikuti kerangka kerja yang telah mereka susun sebelumnya.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa pertemuan diplomatik akan segera digelar di Islamabad, Pakistan, pada Jumat mendatang.

baca juga

Seorang pakar dari Middle East Institute, Alan Eyre, memberikan analisis tajam mengenai alasan di balik melunaknya sikap sang presiden.

Menurutnya alasan ekonomi dan desakan dunia menjadi hal dasar keputusannya itu.

Ia berpendapat bahwa Trump merasa sangat terancam oleh potensi keruntuhan ekonomi akibat gangguan di jalur perdagangan minyak dunia.

"Itulah mengapa sangat melegakan bahwa ia mundur dari ancaman dahsyatnya untuk mengakhiri peradaban dan membawa Iran kembali ke zaman batu," kata Eyre dikutip dari Al Jazeera.

Eyre menambahkan bahwa langkah mundur ini adalah upaya Trump untuk mengklaim kemenangan semu di tengah kekacauan yang terjadi.

"Kita beruntung dia tidak mewujudkannya. Jadi skenario terbaiknya adalah dia menyatakan kemenangan dan kita mencoba memperbaiki kekacauan yang ditinggalkannya," katanya.

Meski gencatan senjata AS-Iran disepakati, kondisi di Lebanon tetap menjadi sorotan karena keterlibatan militer Israel yang masih berlangsung.

Eyre memperingatkan bahwa Israel memiliki catatan panjang dalam ketidakpatuhan terhadap kesepakatan penghentian permusuhan di wilayah konflik.

“Saya pikir Israel melihat tindakan mereka di Lebanon pada dasarnya berbeda dengan apa yang mereka lakukan di Iran,” kata Eyre.

Namun, ia meyakini bahwa tekanan dari Gedung Putih kemungkinan besar akan memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membatasi serangan.

Dari dalam negeri Amerika, suara kritis muncul dari Alexandria Ocasio-Cortez yang tetap menuntut pencopotan jabatan Presiden Donald Trump.

Politisi dari Partai Demokrat ini merasa gencatan senjata sementara tidak menghapus kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh sang presiden.

“Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus memanfaatkan ancaman itu,” kata politisi Demokrat itu dalam sebuah unggahan di X.

Ocasio-Cortez mendesak agar kabinet dan kongres segera bertindak sebelum Amerika Serikat terperosok lebih dalam ke dalam jurang kehancuran.

“Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan bangsa kita,” tambah Ocasio-Cortez dengan nada yang sangat tegas.

Pengamat politik Trita Parsi dari Quincy Institute menyebutkan bahwa Trump sebenarnya terjepit karena tidak memiliki opsi militer yang menguntungkan.

Eskalasi yang lebih luas hanya akan menghancurkan citra politik Trump dan memicu kemarahan negara-negara sekutu di kawasan Teluk.

Parsi melihat retorika keras Trump hanyalah upaya untuk menutupi fakta bahwa ia terpaksa menerima persyaratan yang diajukan oleh Iran.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, justru membela kebijakan ini sebagai bentuk keberhasilan strategi militer yang dijalankan Trump.

Ia menyatakan bahwa segala target awal yang ditetapkan pemerintah telah berhasil dicapai dalam kurun waktu kurang dari 40 hari.

Leavitt menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz adalah salah satu poin prestasi paling vital dalam operasi militer kali ini.

Berita gencatan senjata ini langsung memberikan angin segar bagi pasar keuangan global yang sebelumnya sempat mengalami guncangan hebat.

Alex Holmes dari Economist Intelligence Unit mencatat adanya penurunan harga minyak, meskipun ia tetap bersikap waspada terhadap stabilitas kedepannya.

Ia mengingatkan bahwa jarak antara ekspektasi Amerika dan keinginan Iran masih sangat lebar sehingga perundingan akan berjalan sangat alot.

“Dan meskipun telah bergerak, jelas harga minyak masih jauh lebih tinggi daripada akhir Februari,” katanya menanggapi fluktuasi harga energi.

Data dari Reuters menunjukkan harga minyak mentah AS mengalami penurunan hingga 16 persen ke angka 94,59 dolar AS per barel.

Sentimen positif ini juga merambat ke pasar Asia di mana indeks saham Nikkei dan Kospi mencatatkan lonjakan persentase yang signifikan.

Langkah diplomasi di Islamabad diharapkan mampu memberikan kepastian jangka panjang bagi para pelaku usaha dan stabilitas keamanan internasional.

Para menteri luar negeri dijadwalkan bertemu untuk membahas detail teknis pembukaan jalur distribusi energi yang sempat terganggu akibat konflik.

Dunia kini menanti apakah gencatan senjata dua minggu ini akan berujung pada perdamaian abadi atau hanya jeda sebelum konflik baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:36 WIB

Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran

Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:28 WIB

Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'

Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:22 WIB

Terkini

Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung

Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:27 WIB

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:17 WIB

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:52 WIB

×