'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer

Muhammad Yasir

Rabu, 08 April 2026 | 15:35 WIB
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
Polri limpahkan penyidikan aktivis KontraS ke militer di tengah isu keterlibatan anggota. Akankah proses hukum berjalan adil atau justru terhenti di tengah jalan?
baca 10 detik
  • Keluarga korban dugaan kekerasan TNI menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
  • Para korban menolak peradilan militer dan mendesak pelaku kekerasan oknum TNI diadili melalui sistem peradilan umum.
  • Aksi damai dilakukan sebagai bentuk protes atas sulitnya akses keadilan bagi korban kekerasan yang melibatkan aparat.

Suara.com - Keluarga korban kekerasan yang diduga melibatkan prajurit TNI menyerukan perlawanan dan menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Mereka juga menolak jika pelaku diadili melalui peradilan militer.

Seruan itu disampaikan dalam aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Aksi yang turut dihadiri Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid itu diwarnai orasi para korban yang selama ini mengaku kesulitan mendapatkan keadilan.

Eva Meliani Pasaribu, salah satu keluarga korban dugaan kekerasan TNI, membuka orasinya dengan seruan solidaritas untuk Andrie.

"Hidup Korban, jangan diam, lawan. Mata Andrie Adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan," ujar Eva.

Eva merupakan anak dari almarhum Rico Sempurna Pasaribu, wartawan yang tewas bersama anggota keluarganya dalam peristiwa pembakaran rumah di Kabanjahe, Sumatera Utara, pada 27 Juni 2024.

"Kami menduga kuat kematian empat orang keluarga saya ada keterlibatan oknum TNI yang sampai saat ini belum terungkap," ungkapnya.

Ia mengaku memahami betul penderitaan korban yang harus menunggu keadilan tanpa kepastian. Eva juga menyoroti sulitnya mencari keadilan ketika berhadapan dengan aparat militer.

"Saat ini, terduga pelaku masih hidup bebas, bertugas dan digaji negara. Sedangkan saya? Saya hidup sebatang kara. Saya sudah kehilangan keluarga saya, anak yang saya lahirkan. tapi saya tahu saya tidak pernah kehilangan harapan ketika saya menjalani proses hukum ini. Karena saya tahu, ada teman teman baik yang mendampingi saya, yang salah satunya adalah Bang Andrie Yunus," ucapnya.

Karena itu Eva pun mengecam keras penyiraman air keras terhadap Andrie dan mendesak pengusutan tuntas.

baca juga

"Ini harus diusut tuntas. Keadilan dan kebenaran tidak boleh lagi mati seperti api yang sudah mengambil anggota keluarga saya. Supaya tidak lagi ada orang yang berani yang dibungkam seperti ini. Saya mengutuk keras tindakan penyiraman yang terjadi kepada Bang Andrie," tegasnya.

Keluarga korban kekerasan yang diduga melibatkan prajurit TNI menyerukan perlawanan dan menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. [Istimewa]
Keluarga korban kekerasan yang diduga melibatkan prajurit TNI menyerukan perlawanan dan menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. [Istimewa]

Dalam aksi yang sama, korban lainnya, Lenny Damanik, juga menyuarakan penolakan terhadap praktik impunitas dan hukuman ringan bagi pelaku kekerasan oleh aparat.

"Untuk memastikan bahwa kekerasan oleh aparat, apapun bentuknya baik itu pemukulan yang merenggut nyawa anak saya maupun penyiraman air keras terhadap Andrie tidak lagi dianggap biasa, tidak lagi dibiarkan, tidak lagi diselesaikan dengan hukuman yang tidak sebanding dengan penderitaan korban," ujarnya.

Ia menegaskan tuntutan agar kasus Andrie Yunus diadili di peradilan umum.

"Keadilan harus hadir untuk semua, bukan hanya untuk mereka yang punya pangkat. Keadilan harus melindungi rakyat, bukan menutupi pelaku. Dan kita akan terus bersuara sampai keadilan itu benar-benar bisa dirasakan oleh korban. Adili para pelaku dan aktor intelektualnya di peradilan umum," seru Lenny.

Lenny sendiri masih memperjuangkan keadilan atas kematian anaknya, Michael Histon Sitanggang, yang diduga dianiaya oknum TNI pada Mei 2024. Ia mengaku kecewa dengan putusan Pengadilan Militer Medan yang hanya menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara kepada pelaku.

"Hanya 10 bulan, untuk seorang prajurit yang telah menghilangkan nyawa seorang anak berusia 15 tahun. Di ruang sidang, ketika hakim mengatakan terdakwa “masih muda” dan “masih dibutuhkan di satuannya”, saya merasakan seolah negara sedang mengatakan bahwa nyawa anak saya tidak bernilai apa-apa," katanya.

Para korban menilai pengalaman mereka menunjukkan persoalan yang lebih luas, mulai dari akses keadilan bagi warga sipil, transparansi peradilan militer, hingga perlindungan negara terhadap korban kekerasan aparat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sentil Gibran Soal Kasus Andrie Yunus, HMI: Menjenguk Saja Tak Cukup, Bongkar Aktor Intelektualnya!

Sentil Gibran Soal Kasus Andrie Yunus, HMI: Menjenguk Saja Tak Cukup, Bongkar Aktor Intelektualnya!

News | Rabu, 08 April 2026 | 14:51 WIB

Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?

Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:18 WIB

'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah

'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah

News | Rabu, 08 April 2026 | 09:03 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×