Sinyal Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat Lagi, Pengamat: Antara Masalah Kinerja atau Loyalitas

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 08 April 2026 | 18:11 WIB
Sinyal Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat Lagi, Pengamat: Antara Masalah Kinerja atau Loyalitas
Ilustrasi Kabinet Prabowo dan Presiden Prabowo Subianto. [Ist]
baca 10 detik
  • Pengamat Politik UMY Zuly Qodir menyoroti wacana reshuffle kabinet Presiden Prabowo akibat kinerja menteri yang belum mencapai target maksimal.
  • Perombakan kabinet dilakukan untuk menyingkirkan menteri dengan loyalitas ganda yang dianggap mengganggu soliditas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini.
  • Langkah reshuffle bertujuan memperkuat basis koalisi dan strategi politik jangka panjang untuk menghadapi kontestasi pemilihan umum tahun 2029 mendatang.

Suara.com - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menyoroti wacana perombakan atau reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

Setidaknya terdapat tiga alasan yang diduga menjadi pertimbangan kuat mengapa Presiden Prabowo memilih untuk melakukan penyegaran di jajaran pembantunya.

Faktor pertama yang paling menonjol secara akademis adalah persoalan kinerja menteri atau wakil menteri yang dianggap belum mencapai target maksimal.

"Pertimbangan yang pertama ya biar kelihatan akademik maka ini soal kinerja," kata Zuly saat dihubungi Suara.com, Rabu (8/4/2026).

Menurut Zuly, evaluasi akan dilakukan terhadap menteri yang dianggap memiliki rapor 'merah' atau bahkan hanya 'kuning'. Jika seorang pejabat dinilai berkinerja buruk, maka pergantian posisi menjadi hal yang tak terelakkan demi memastikan jalannya roda pemerintahan tetap efektif.

Namun, di luar persoalan kinerja teknis, Zuly mencium adanya faktor kedua yang lebih sensitif yakni terkait loyalitas para menteri.

Ia menduga ada fenomena menteri "dua kaki" yang memiliki keterikatan kuat baik kepada Presiden Prabowo maupun kepada tokoh presiden sebelumnya. Hal ini yang menjadi faktor digantinya menteri atau wakil menteri tersebut.

"Jadi ada kedekatan dengan presiden sebelumnya dan juga kedekatan dengan yang sekarang. Kalau dua kaki maka soliditas di dalam kabinet ini menjadi diragukan," tegasnya.

Aspek ketiga yang tidak kalah penting adalah strategi jangka panjang menyongsong kontestasi politik di masa depan. Meskipun masa jabatan baru berjalan, langkah reshuffle dipandang sebagai persiapan dini untuk memperkuat basis koalisi menuju tahun 2029.

baca juga

"Yang ketiga adalah wah ini saya akan me-reshuffle orang-orang ini dan demi apa? Ya memperkuat untuk menuju 2029. Tahun kedua itu sudah tahun ketiga harus sudah siap-siap, tiga empat sudah harus matang betul menuju tahun 2029," tuturnya.

"Maka siapa yang akan diajak berikutnya, diajak itu artinya diajak koalisi, ya diajak untuk membersamai bahkan diajak untuk ikut membiayai," imbuhnya.

Terkait waktu pelaksanaan, ia menilai reshuffle bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan presiden. Termasuk di tengah kondisi eskalasi geopolitik maupun ancaman krisis energi dan ekonomi seperti saat ini.

Kondisi itu justru dapat menjadi alasan kuat untuk merombak kabinet untuk mencari sosok yang berani melakukan terobosan atau berpikir di luar kebiasaan.

Meskipun enggan menyebutkan nama secara spesifik, Zuly meyakini presiden dan timnya sudah mengantongi daftar menteri yang kinerjanya kurang memuaskan atau memiliki loyalitas yang meragukan.

Ia memperkirakan narasi yang akan muncul ke publik nantinya tetap akan fokus pada alasan kinerja sebagai alasan formal yang dapat diterima secara akademis.

"Dugaan saya adalah pokoknya yang memiliki loyalitas dua kaki atau ada kedekatan kepada presiden saat ini dan presiden sebelumnya secara partai politik dan juga secara emosional gitu. Kondisi kinerjanya betul, ya lah cuma yang itu (loyalitas ganda) enggak disampaikanlah biar akademis lah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!

Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:55 WIB

Prabowo: 70 Kebutuhan Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia

Prabowo: 70 Kebutuhan Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:49 WIB

Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:35 WIB

Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman

Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:35 WIB

Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!

Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:19 WIB

Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment

Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:07 WIB

Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji

Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Harga HP Samsung Terbaru Oktober 2026: Dari Termurah hingga Flagship Premium

Harga HP Samsung Terbaru Oktober 2026: Dari Termurah hingga Flagship Premium

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Profil Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Masuk Bursa Kuat Calon Panglima TNI

Profil Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Masuk Bursa Kuat Calon Panglima TNI

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di Pasar Amerika Serikat

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di Pasar Amerika Serikat

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:55 WIB

6 Moisturizer Berbahan Oat yang Ampuh Perbaiki Skin Barrier untuk Kulit Kering Sensitif

6 Moisturizer Berbahan Oat yang Ampuh Perbaiki Skin Barrier untuk Kulit Kering Sensitif

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×