Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 07:10 WIB
5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
Kementerian ESDM menyiapka 5 langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kelangkaan stok energi. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pemerintah mendorong penggunaan BBM dan LPG secara bijak serta mengalihkan sumber impor dari Timur Tengah ke kawasan lain seperti Amerika, Afrika, dan Asia untuk mengurangi risiko pasokan.
  • KKKS diminta mengutamakan minyak mentah domestik untuk diolah di kilang dalam negeri, bukan diekspor, guna menjaga ketersediaan energi nasional.
  • Pemerintah menggenjot produksi LPG melalui optimalisasi kilang serta mengalihkan pasokan dari industri ke LPG 3 kg agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan lima langkah mitigasi guna menghadapi ancaman krisis energi dampak dari situasi di Timur Tengah.

Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran berdampak terhadap jalur distribusi minyak dan gas global, karena penutupan Selat Hormuz. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengungkap mitigasi pertama yakni mengatur konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak. 

"Surat pengaturan terkait dengan pengaturan ini sudah diterbitkan oleh Ditjen Migas dan BPH Migas," ujar Rizwi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (8/4/2026). 

Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Kementerian ESDM menyiapka 5 langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kelangkaan stok energi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Kemudian kedua, yakni mengalihkan impor BBM dan LPG yang sebelumnya dari negara-negara di Timur Tengah ke negara di luar kawasan tersebut.

"Menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN," jelasnya. 

Ketiga, meminta kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengutamakan kebutuhan minyak mentah dalam negeri dibanding dengan ekspor. 

"Artinya crude yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri," papar Rizwi. 

Setelah itu keempat, mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri, termasuk RDMP Balikpapan. Strategi yang dilakukan adalah mengalihkan penggunaan bahan baku naft yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi polipropilena dengan nilai jual lebih tinggi untuk memperkaya produksi LPG nasional.

Terakhir kelima, secara aktif mencari pasokan LPG tambahan, baik dari impor maupun produksi domestik, dengan memperluas sumber pengadaan ke negara-negara di Asia dan ASEAN. Selain itu, pemerintah berupaya mengalihkan alokasi LPG industri untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kg bagi masyarakat. 

"LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg yang dimana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," pungkas Rizwi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:04 WIB

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB