-
Israel meluncurkan seratus serangan udara dalam sepuluh menit di Lebanon yang menewaskan ratusan warga.
-
Agresi militer besar-besaran terjadi di tengah rencana gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
-
Konflik memicu gangguan penerbangan internasional dan krisis energi akibat blokade di Selat Hormuz.
Suara.com - Langit di wilayah Dahiyeh bagian selatan Beirut mendadak gelap tertutup kepulan asap hitam yang membumbung tinggi.
Dentuman keras menggetarkan bumi saat militer Israel meluncurkan operasi udara berskala masif pada hari Rabu ini.
Koresponden dari media Anadolu melaporkan bahwa suara ledakan beruntun terdengar sangat jelas dari titik lokasi kejadian.
Gumpalan asap tebal terlihat terus menyelimuti area yang menjadi target utama penghancuran oleh angkatan udara Israel.
Situasi di lapangan menunjukkan kepanikan luar biasa warga saat serangan mendadak ini meluluhlantakkan bangunan di sekitar mereka.
Pihak militer Israel mengklaim telah mengincar lebih dari seratus titik strategis dalam durasi waktu singkat.
Hanya dalam sepuluh menit saja wilayah Beirut hingga Lembah Beqaa menjadi sasaran hujan bom yang mematikan.
Operasi militer ini meluas hingga menjangkau kawasan Lebanon selatan yang merupakan basis pertahanan faksi pejuang setempat.
Serangan ini tercatat sebagai eskalasi militer paling destruktif sejak ketegangan pecah pada awal Maret tahun ini.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa telah mencapai angka tragis yakni sedikitnya dua ratus lima puluh empat orang.
Dari total korban yang meninggal dunia diketahui sebanyak sembilan puluh dua jiwa berada di wilayah Beirut.
Pemerintah Lebanon memberikan reaksi keras terhadap tindakan militer yang dianggap melampaui batas kemanusiaan ini.
Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi warga sipil yang terus menjadi target.
"Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan," kata Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine kepada Al Jazeera.
Kutipan tersebut menegaskan bahwa wilayah yang diserang mencakup area luas dari Gunung Lebanon hingga lembah Bekaa.